Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti  Penganyar di Pura Ulun Danu Batur

Denpasar News Update Seni Budaya Sosial
Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti  Penganyar di Pura Ulun Danu Batur

BANGLI, Kilasbali.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kabupaten Bangli pada Kamis (8/4/2021) bertepatan dengan Wraspati Wage Wuku Sungsang atau Rahina Sugihan Jawa.

Hadir bersama pemedek, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede dan Topeng Wali. Rangkaian prosesi diakhiri dengan persembahyangan bersama dipuput oleh Ida Pedanda Gede Manuaba Tajung dari Griya Bukit Bangli yang dilanjutkan dengan penyerahan punia.

Baca Juga:  Beralasan Lupa Menggunakan Masker, Tim Yustisi Kota Denpasar Jaring 6 Orang Pelanggar

“Pelaksanaan persembahyangan tahun ini tentu sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Hal ini mengingat Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan tidak mengurangi makna dalam prosesi,” ujar
Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara.

Ia menambahkan Karya Pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti. Selain itu, momen ini juga baik dimanfaatkan sebagai ajang mulat sarira.

“Tentu ini merupakan momentum bagi kita bersama untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa, sehingga pandemi Covid-19 segera usai dan juga menjadi ajang mulatsarira umat,” katanya.

Baca Juga:  Dandim Pimpin Korp Rapor Kenaikan Pangkat 12 Personel Kodim Tabanan

Jaya Negara menambahkan, pelaksanaan Bhakti Penganyar juga bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah.

“Rasa persatuan (menyama braya) umat Hindu harus kita pupuk, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat terus kita laksanakan guna meningkatkan sradha dan bakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta, serta dapat memancarkan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal-hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan alam beserta isinya,” imbuhnya (kb/rls)