Pengembangan Pertanian Organik Wujud Nilai Sad Kertih

Tabanan
Foto: Panen Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi di Subak Bengkel, Kediri, Selasa (15/10/2019).

TABANAN, Kilasbali.com – Sebagaimana visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru menekankan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali dengan penerapan nilai-nilai Sad Kertih yaitu; Jagat Kertih, Jnana Kertih, Segara Kertih, Wana Kertih, Danu Kertih dan Atma Kertih. Salah satu program bidang pertanian pada visi misi tersebut adalah pengembangan pertanian organic yang diharapkan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan nilai-nilai Sad Kertih.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si., saat panen Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi di Subak Bengkel, Kediri, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, pertanian organik adalah praktek budidaya tanaman dengan menekan serendah-rendahnya penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia. “Penggunaan pupuk dan pestisida kimia tidak saja berdampak pada penurunan kesuburan tanah, meningkatkan pencemaran air, udara dan lingkungan, menurunnya bio diversitas (keanekaragaman hayati), tapi juga dapat berdampak pada keracunan karena residu bahan kimia pada produk pertanian. Praktek budiadaya tanaman yang relatif masih banyak yang menggunakan pupuk dan pestisida kimia adalah usahatani padi di lahan sawah,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk terus mensosialisasikan dan mengintensifkan pembinaan pertanian organik pada usahatani padi lahan sawah Pemerintah provinsi Bali melalui Dinas Pertanian Bali pada tahun 2019 ini melaksanakan kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman sehat Padi.

Dem Area dilaksanakan seluas 600 Ha di Kab. Tabanan, Buleleng, Bangli, Karangasem dan Denpasar pada 11 subak sawah. Pada kegiatan Dem Area ini anggota subak diberikan bantuan sarana produksi berupa ; bibit, pupuk organik, pestisida organik, dan sarana produksi lain.Petani dibimbing melaksanakan teknis budidaya tanaman secara organik.

Diharapkan dengan melaksanakan langsung dan melihat hasilnya petani akan semakin yakin bahwa dengan sistim pertanian organik tanaman akan lebih sehat, bahwa pengendalian hama dan penyakit tanaman secara alami lebih efektif dan efisien, kwantitas dan kwalitas produksi lebih tinggi dan pencemaran lingkungan serta bio diversitas terkendali.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Bapak Edy Purwanto menekankan beberapa hal kepada kerama Subak Bengkel. Sperti gunakan pupuk organik dan dolomit sesuai dosis anjuran dan secara bertahap terus kurangi penggunaan pupuk kimia, kendalikan serangan/populasi Hama penyakit tanaman dengan musuh alami, tanaman perangkap dan agen pengendali hayati (pestisida organik).

“Penerapan pertanian organik harus dilaksanakan secara konsisten (tidak setengah-setengah), berkelanjutan dan pada area yang luas maka dipastikan akan menunjukkan hasilnya yang optimal pada 3 (tiga) kali musim tanam berikutnya,” katanya.

Pihaknya berharap, pelaksanaan Dem Area ini adalah sebagai percontohan untuk dapat ditiru oleh subak-subak lain di sekitarnya. Dem Area budidaya tanaman padi sehat akan dilaksanakan berkelanjutan pada subak-subak lainnya yang diprioritaskan pada sentra-sentra produksi padi. (KB)