Pengukuhan Bendesa Serangan, MMPD Kota Denpasar Himbau Jaga Kekompakan

Ceremonial Denpasar Seni Budaya
Foto: Jro Bendesa Pakraman Serangan, I Made Sedana.

DENPASAR, Kilasbali.com – Upacara mejaya-jaya yang dipuput Ida Pedanda dari Grya Telaga Sanur, mengawali acara pengukuhan Bendesa Pakraman Serangan, I Made Sedana, di Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Pakraman Serangan, Minggu (26/5/2019).

Di mana pelantikan bendesa dan prajuru masa bhakti 2019 – 2024 tersebut, tampak dihadiri Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Kepala Dinas Kebudayaan, Ketua DPRD Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kota Denpasar, A.A. Ketut Sudiana seusai mengukuhkan menyampaikan selamat atas kepada bendesa yang merupakan periode ke dua.

“Saya minta pengurus yang baru dilantik ini agar kompak, sehingga program-program yang direncanakan bisa berjalan baik,” katanya.

Pihaknya berharap, dalam kepemimpinan ini dijalankan sesuai dengan awig-awig maupun pararem yang ada di Desa Pakraman Serangan.

“Saya minta juga untuk bersiap-siap dengan Perda Desa Adat 2019. Dalam Perda itu juga akan merubah desa pakraman menjadi desa adat,” jelasnya.

Lebih lanjut mengatakan, dalam perda itu juga berbagai tata cara dalam menjalankan pemerintahan adat. Salah satunya tidak ada lagi pemilihan langsung untuk pemilihan bendesa adat.

Sementara itu, bendesa yang baru dikukuhkan, Jro Bendesa Made Sedana mengajak seluruh masyarakat Serangan agar bersatu untuk membangun Serangan. Dengan mengoptimalkan potensi yang ada, diharapkan mampu meningkatkan pembangunan di desat pakraman ini.

“Desa Pakraman Serangan dikelilingi laut. Sehingga banyak potensi bahari yang mampu kita kembangkan secara bersama-sama. Semoga ke depan, Desa Pakraman Serangan mampu meningkatkan pembangunan yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Panitia Wayan Sujana mengatakan, proses pemilihan bendesa adat dengan pemilihan langsung ini diikuti pemilih dari enam banjar, yakni Banjar Tonjok, Banjar Kaja, Tengah, Kawan, Peken, dan Banjar Dukuh, pada 8 Mei 2019 lalu.

“Pemilihan diikuti dua calon bendesa, yakni Made Sedana dengan Ketut Ari Saputra. Di mana dalam polres pemilihan dengan total pemilih 682 krama pengarap, Made Sedana terpilih dengan total raihan 380 suara, sedangkan Ari Saputra 301 suara,” ujarnya seraya mengatakan, krama yang ada di enam banjar tersebut telah menerima pemilihan ini. (jus*/kb)