Pengunjung Dibubarkan, Pemilik Usaha Cafe Diberi Peringatan Karena Timbulkan Kerumunan

Denpasar

DENPASAR, Kilasbali.com – Di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease 2020 (Covid-19), Pemerintah Kota Denpasar berupaya untuk terus memberi sosialisasi kepada masyarakat perihal penerapan protokol kesehatan terutama bagi pelaku usaha yang rentan menghadirkan situasi keramaian.

Seperti pada Kamis (10/12/2020) malam, Satpol PP Kota Denpasar memberikan peringatan dan membubarkan kerumunan pada salah cafe di jalan Veteran Denpasar karena melanggar protokol kesehatan.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga mengatakan, sebenarnya pemilik usaha bersangkutan sudah menerapkan sejumlah item protokol kesehatan seperti menyediakan pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan dan memberi jarak pada kursi tempat duduknya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Ingin Tingkatkan Kerjasama Bali dengan Jepang

“Namun, kami melihat situasi terlalu membludaknya pengunjung cofee shop menjadikan kami harus bertindak tegas dengan membubarkan pengunjung yang datang ke tempat tersebut, dan pemiliknya kami ingatkan agar jangan lagi membuat acara yang menimbulkan kerumunan,” ujar Dewa Anom Sayoga.

Ia menambahkan pihaknya tidak melarang masyarakat melakukan kegiatan usaha, namun mohon diperhatikan terus penerapan protokol kesehatan dan jangan sampai membuat keramaian apalagi sampai membludak yang tentu saja rentan penyebaran Covid-19.

“Dalam kurun waktu seminggu ini saja kami sudah menindak sekitar tiga pelaku usaha di tempat berbeda di Kota Denpasar yang masih belum bisa mengontrol jumlah pengunjungnya dengan baik, yang tentu saja kami beri pemahaman terkait penanggulangan covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat. Semuanya demi menekan penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar,” tegasnya lagi.

Baca Juga:  Masih Tinggi, Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 91 Orang

Selebihnya Dewa Sayoga mewanti-wanti masyarakat atau pemilik usaha untuk ikut berpartisipasi mencegah penyebaran covid 19.

“Kami ingatkan kepada pemilik usaha jika masih ada yang membandel akan kami lakukan tindakan hukum,” ucap Sayoga.(sgt/kb)