Percikan Api Rokok Sambar Pertamini, Ruko di Bukian Ludes Terbakar

Gianyar Peristiwa
Foto: Petugas Damkar menjebol tembok untuk menghalau api agar tidak merembet.

GIANYAR, Kilasbali.com – Kebakaran terjadi di sebuah rumah toko (ruko) di Banjar Lebah, Desa Bukian, Payangan, Sabtu (20/7/2019) malam hingga Minggu (21/7/2019) dinihari. Akibatnya, bangunan ruko seluas 200 m² hangus dilalap si jago merah.

Hingga saat ini, polisi tengah menyelidiki penyebab kebarakan tersebut. Dan dugaan sementara kebakaran yang menyebabkan kerugian Rp250 juta, disebabkan percikan api rokok pelanggan yang menyambar pertamini.

Korban Made Wardana (60) menuturkan, seluruh isi tokonya ludes terbakar. “Semuanya habis, uang dan perhisan dalam kamar pun tidak ada tersisa,” kata Wardana.

Petugas pemadam kebakaran yang menurunkan 4 unit mobil pemadam pun tidak bisa berbuat banyak. Api membesar hingga ke lantai dua ruko.

Tembok bangunan ruko pun dijebol paksa untuk memudahkan pemadaman agar api tidak mengamuk ke bangunan lainnya.

“Kami terpaksa menjebol tembok bangunan, karena ruang tembak kami sangat terbatas,” tutur Danton Damkar Pos Ubud, Nyoman Sudiarsa.

Dari informasi di lokasi, diduga kebakaran dipicu oleh api rokok anak muda yang tengah membeli BBM di pertamini yang ada di ruko tersebut.

Namun demikian, sambaran api rokok itu tidak langsung memperlihatkan api yang besar. Api baru terlihat saat menjalar dan langsung membakar isi ruko.

Lantaran material di sana sebagian besar mudah terbakar, ditambah lagi jumlah bensin yang relatif banyak, sehingga kebakaran besar sangat cepat terjadi.

Bahkan Wardana yang tengah tidur di kamar yang berada di atas warung tersebut, hampir kehilangannya nyawa. Beruntung dia secara cepat meloncat dari atas, sehingga nyawanya bisa tertolong.

Namun demikian, korban Wardana tak mau berspekulasi terlebih menyalahkan orang lain atas musibah itu, dirinya hanya tahu kobaran api berawal dari mesin pertamininya terkena percikan api.

“Saya dapati api sudah besar. Saya sempat memindahkan barang hingga tangan saya sedikit terluka bakar,” terangnya.

Kepala Dinas Damkar Gianyar, I Made Watha mengatakan, pihaknya memang membutuhkan waktu hingga belasan menit untuk mencapai lokasi.

Karena Bukian merupakan desa yang lokasinya terpenci di ujung barat daya Gianyar ini. Hjngga di lokasi api sudah menyelimuti seluruh bangunan.

“Pemadaman hingga di lokasi api saat itu sudah menghanguskan seisi bangunan, material-materialnya juga relatif mudah terbakar. Kami cuma berusaha menghalau api agar tidak menjalar ke bangunan di sampingnya,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Payangan, Akp I Gede Sudayatmaja mengungkapkan, pihaknya hingga kini masih melakukan oleh TKP dan meminta sejumlah keteramgan saksi. Diakuinya, dari informasi sementara , api pertama membakar mesin pertamini, lalu secepat kilat melahap material lainnya. Atas kejadian ini, pemilik ruko juga menderita luka bakar.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dari pendataan sementara kerugian material sekitar Rp 250 juta lebih,” pungkasnya. (ina/kb)