Perekonomian Bali Rentan Terhadap Gejolak Ekonomi Global

Ekonomi Bisnis Tabanan
Foto: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

TABANAN, Kilasbali.com – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengungkapkan bahwa perkembangan terkini perekonomian Bali pada triwulan I 2019 sedikit melambat.

“Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,64% (yoy) atau melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,96% (yoy),” katanya saat mengikuti ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan Pancatirta, Tabanan, Senin (12/8/2019).

Menurutnya, angka pertumbuhan ini juga lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,05% (yoy).

“Perlambatan pertumbuhan ini tidak lepas dari menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada semester I 2019,” sebutnya.

Trisno menyebutkan bahwa sebagai daerah yang perekonomiannya ditopang oleh sektor pariwisata, maka perekonomian Bali sangat rentan terhadap gejolak ekonomi global.

“Menurunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara maju yang merupakan mitra dagang utama Provinsi Bali pada tahap selanjutnya akan berdampak pada penurunan ekspor (baik barang maupun jasa) di Provinsi Bali,” ujarnya.

Namun demikian, di tengah meningkatnya tantangan perekonomian Bali, masih terdapat peluang yang dapat dioptimalkan. Trisno menyampaikan optimisme terhadap membaiknya perekonomian Bali di semester II 2019.

Hal ini didukung oleh perkiraan meningkatnya jumlah kunjungan wisata dan membaiknya iklim investasi, seiring dengan situasi politik dan keamanan yang kondusif.

Dari sisi perbankan, Trisno menghimbau agar perbankan terus menguatkan dukungannya, salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pariwisata. (kb)