Perhatikan Nelayan dan PMI, Dewan Gianyar Usulkan Ranperda Ini

Gianyar Hukum News Update
Foto : Nelayan di Kabupaten Gianyar.
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

GIANYAR, Kilasbali.com – Setelah tahun lalu berhasil meloloskan Perda Perlindunga Lahan Pertanian Berkelanjutan, Badan Legislasi DPRD Gianyar di Tahun 2021 ini bakal mengusulkan dua Ranperda inisiatif.

Dua Raperda ini berupa Perda Perlindungan Nelayan dan Perda Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bapemperda Dewan Gianyar, Made Budiasa, Selasa (2/2/2021). Menurut dia, dua Raperda ini sedang diusulkan untuk dibahas dan menjadi Perda.

Baginya, dua persoalan ini perlu mendapat perhatian. Gianyar agar tidak melindungi petani, kini nelayan juga harus mendapat perhatian yang sama.

Baca Juga:  Gubernur Koster Resmi Berlakukan Penggunaan Pakaian Berbahan Kain Tenun Endek Bali Setiap Hari Selasa

Terlebih, lanjut dia, jumlah nelayan di Gianyar mencapai 1.400 nelayan aktif dan tidak aktif yang kondisinya sering mengalami paceklik saat tidak ada tangkapan.

Disisi lain, nelayan juga perlu modernisasi agar hasil tangkapan lebih baik dari sebelumnya.

“Kita amati kondisi nelayan saat paceklik, mereka mengalami tekanan ekonomi, ini harus mendapat perhatian. Nah bagaimana drafnya nanti akan dirumuskan oleh tim ahli dan akademisi,” terangnya.

Baca Juga:  Revitalitasi Pasar Gianyar "Vital" untuk Rakyat

Lanjutnya, modernisasi nelayan juga perlu dilakukan, seperti peningkatan kapasitas mesin, agar bisa melaut lebih ke dalam dan lebih lama.

“Termasuk memberikan piranti terbaru model GPS untuk mengetahuo posisi ikan,” tambahnya.

Sedangkan terkait perlindungan PMI, Budiasa melihat banyak PMI yang menghadapi masalah baik sebelum berangkat, di tempat kerja dan sepulang kerja.

“PMI ini sebaiknya mendapat perlindungan, baik hukum dan pendampingan, sehingga PMI bisa bekerja dengan nyaman,” tambahnya.

Dikatakannya, ada beberapa PMI yang mebgeluhkan di PHK sepihak atau mendapat tekanan di tempat kerjanya.

Baca Juga:  Tetap Disiplin, Penyebaran Covid-19 Makin Masif

Kondisi ini juga harus mendapat perhatian dari Pemkab Gianyar, mengingat PMI asal Gianyar juga menyumbang kontribusi perekonomian.

PMI asal Gianyar yang mendominasi kerja di bidang Spa dan Therapist di Negara Turki, lebih sering menghadapi persoalan tekanan di tempat kerja.

“Sekitar 40% dari 1.400 PMI asal Gianyar bekerja dibidang Spa dan Therapist, PMI ini rentan menghadapi persoalan, ini dari Pemkab Gianyar agar bisa memberikan pendampingan,” pungkasnya. (ina/kb)