Perkuat Bali, Sukahet; Desa Adat Harus Bebas dari Ancaman

Ceremonial Denpasar
Bendesa Agung MDA Bali, Ida Panglingsir Putra Sukahet

DENPASAR, Kilasbali.com – Bendesa Agung MDA Bali, Ida Panglingsir Putra Sukahet mengatakan desa adat di Bali posisinya sangat penting dan strategis, bukan saja untuk Bali tapi untuk NKRI. Karena posisi tawar Bali sangat tinggi, sehingga desa adat harus terbebas dari segala ancaman.

Demikian disampaikan Bendesa Agung MDA Bali, Ida Panglingsir Putra Sukahet, disela-sela Upacara Pengukuhan Prajuru Pasikian Paiketan Krama Istri, Pasikian Pecalang, Pasikian Yowana, di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar Kamis, (17/9/2020).

Menurutnya, melihat Bali kedepan, baik desa adat, NKRI dan Bali, tentu akan ada ancaman.

Baca Juga:  Pasien Sembuh di Kota Denpasar Capai 91,48 Persen

Pertama, ancaman datang dari kelompok radikal yang merongrong ideologi Pancasila, sehingga desa adat tidak boleh dilumpuhkan.

Kedua paham agama yang ingin merusak tatanan agama Hindu di Bali seperti aliran Sampradaya dari luar yang berkembang di desa adat, juga dinilai sebagai ancaman yang bisa melenyapkan desa adat.

“Bali tanpa desa adat bukanlah Bali namanya. MDA langsung melarang sampradaya yang berbeda dengan tatanan desa adat Bali untuk beraktifitas di desa adat,” tegasnya. (sgt/kb)