Persembahyangan Pagerwesi di Pura Jagatnatha Terapkan Prokes Ketat

Ceremonial Denpasar Seni Budaya
Persembahyangan Pagerwesi di Pura Jagatnatha Terapkan Prokes Ketat
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

DENPASAR, Kilasbali.com – Persembahyangan Hari Pagerwesi pada Budha Kliwon Wuku Sinta, Rabu (3/2/2021) berlangsung dengan disiplin penerapan protokol kesehatan di Pura Agung Jagatnatha Denpasar.

Lurah Dangin Puri, I Gusti Agung Gede Okariawan mengatakan penerapan protokol kesehatan pada kegiatan Hari Pagerwesi di Pura Jagatnatha dilaksanakan secara ketat.

Sarana prasarana disiapkan secara lengkap seperti tempat cuci tangan, Thermo gun dan Hand Sanitizer apabila antrian di tempat cuci tangan padat. Selain itu, sehari sebelumnya turut dilaksanakan penyemprotan Disinfektan.

“Tempat sembahyang di areal Pura sudah ditandai sehingga pemedek tidak berkerumun. Imbauan prokes dari pengeras suara juga sering digunakan  untuk mengingatkan pemedek,” ujarnya

Baca Juga:  Sidak Pemecutan Kelod, Tim Yustisi Denpasar Jaring 19 Pelanggar Prokes

Kegiatan pengawasan melibatkan Satgas Kelurahan Dangin Puri, Linmas, Babinsa, Polmas dan Pecalang Br Abasan.

“Tim pengawasan dibagi ke dalam dua shift. Shift pagi mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.00 Wita dan dilanjutkan shift kedua hingga pukul 20.00 Wita. Satu shift penjagaan terdiri atas 8 orang petugas,” ucapnya.

Oka mengatakan, penjagaan ini juga rutin digelar setiap hari raya Umat Hindu termasuk saat Purnama dan Tilem.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Belajar Daring, Dinas Pendidikan Harus Bangun Komunikasi Intens dengan Sekolah

“Melalui Tim Pengawasan ini kami memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Makanya kami siapkan hand sanitizer sampai alat pengecekan suhu,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pemangku di Pura Jagatnatha, Jero Mangku Made Langgeng Buwana mengatakan pelaksanaan persembahyangan saat Pagerwesi ini mengikuti surat edaran dari Majelis Madya Desa Adat (MMDA) Kota Denpasar.

Di mana dalam surat edaran tersebut, dilakukan pembatasan jumlah pemedek yang melakukan persembahyangan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Persembahyangan berjalan seperti biasa, namun karena Covid, kami ikuti imbauan dari pemerintah agar tidak terjadi kerumunan dan pakai masker,” kata Jero Mangku Langgeng.

Baca Juga:  Tata Kelola Dana Desa dan Manajemen ASN Raih Skor 100 Persen Dalam Evaluasi MCP Pemkot Denpasar

Sementara itu, untuk pelaksanaan persembahyangan di Pura Jagatnatha digelar hingga pukul 20.00 Wita.

Ia mengatakan, tujuan dari pelaksanaan upacara  Pagerwesi ini adalah menghilangkan awidya atau kegelapan dalam diri.

“Saat Pagerwesi ini kita memagari diri supaya tidak melakukan hal yang tidak baik. Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki akan mampu menghilangkan awidya dalam diri kita,” katanya.(sgt/kb)