Peserta Pameran Bonsai Diprediksi Membludak

Gianyar Hiburan
Foto : Persiapan Stand Pameran Bonsai Serangkaian HUT Kota Gianyar Ke-250

GIANYAR, Kilasbali.com – Setelah sempat terhenti lantaran Pandemi Covid-19, Persatuan Pencinta Bonsai Indonesia (PPBI) Gianyar kembali menggelar pameran bonsai berskala nasional. Animo peserta diprediksi membludak, sehingga panitia penyelenggara pun harus menyiapkan sedikitnya 800 stand.

Penasehat PPBI Gianyar, Wayan Arthana memperkirakan animo peserta pameran membludak. “Kita siapkan stand dua kali lebih banyak dari tahun sebelumnya, kita siapkan 800 stand, pameran sebelumnya sekitar 400 stand,” jelasnya, Rabu (20/4/2021).

Disebutkan, peserta yang menyatakan hadir selain pencinta bonsai dari Bali, juga dari Jawa, Sumatera dan daerah lainnya. Dari pesan yang masuk ke panitia bahkan sudah banyak yang menyatakan ikut pameran dan sekaligus bursa. Sedangkan bonsai yang dipamerkan mulai dari kelas prospek sampai kelas bintang.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 39 Orang

“Kami belum tahu berapa yang ikut di masing-masing kelas, namun animo sangat tinggi, mengingat di beberapa daerah pameran serupa hampir tidak ada,” bebernya.

Sementara untuk penataan meja stand dibuat melingkar mengikuti alur lintas jalan kaki di Alun-alun Gianyar. “Stand dibuat melingkar mengikuti pedestrian, agar tidak merusak rumput lapangan,” jelasnya lagi.

Sedangkan untuk biaya pendaftaran mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 450 ribu tergantung kelas dan besar bonsai. Pameran bonsai ini sekaligis memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-250.

Baca Juga:  Idelogi Pancasila Cegah Radikalisme

Pameran rutin yang sudah digelar sejak Tahun 2006 lalu, pada pameran sebelumnya diikuti sebanyak 470 peserta. Pameran kala itu, melibatkan juri-juri bonsai yang sudah memiliki nama nasional.

Peserta tahun sebelumnya diikuti kelas prospek 225 bonsai, kelas regional 178, Madya 38, utama 20 dan kelas bintang 15 bonsai dan peserta sebelumnya juga  ambil bagian lagi di  pameran ini.

Arthana juga meyakini penggemar bonsai cukup banyak, mengingat banyak warga berdiam di rumah dengan menekuni bonsai. (ina/kb)