Picu Kemacetan, Ratusan Pedagang Pelataran Ambil Undian

Gianyar
Foto: Pedagang pelataran Pasar Umum Gianyar antre mendapatkan nomor undian lokasi berjualan di depan balai budaya.

GIANYAR, Kilasbali.com – Penataan pedagang pelataran di pasar relokasi di Samplangan yang sebagian menggunakan mobil menjadi biang kemacetan di jalan raya. Belum lagi, banyak pedangang baru bermuculan, yang banting setir akibat pandemi Covid-19 ini.

Menyikapi kondisi ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar memilih untuk mengundi para pedagang agar dapat berjualan di dalam tempat relokasi pasar.

Kadisperindag Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary yang ditemui saat pengundian di depan Balai Budaya, Kamis (28/3/2020), mengungkapkan, pedagang pelataran memang sepenuhnya telah dikelola oleh desa adat.

Baca Juga:  Tri Hita Karana Jadi Landasan Internasional Rich 70 Tsinghua Southeast Asia Cloud Forum

Sementara pedagang di pelataran bermobil juga dikola desa adat dan mendata sesuai yang sudah terdata dari kita sebelumnya. “Karena pedagang membandel, dan ada juga pedagang yang baru. maka kita juga undang mereka untuk melakukan undian,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Eka Suary menyampaikan sesuai data yang dimilikinya sebanyak 632 pedagang pelataran yang terdata. Namun saat ini melonjak menjadi 700 pedagang. Selanjutnya ratusan pedagang itu akan diundi, supaya bisa masuk berjualan di los areal lokasi relokasi agar tidak mengganggu lalu lintas. Bagaimana pun juga, pedagang bermobil dikatakan sebagai penyebab kemacetan di jalur tersebut.

“Pedagang bermobil banyak yang baru dan tidak terdaftar. Desa adat kami berikan kewenangan. Minimal ada tempat mereka berjualan, dan kami hanya fokus memfasilitasi pedagang yang terdaftar saja,” imbuhnya.

Baca Juga:  Astungkara, Tiga Ruas Jalan di Tabanan Bakal Dihotmix

Eka Suary menambahkan dari lahan relokasi pasar yang ada, sudah disediakan los untuk pedagang pelataran atau pedagang bermobil masuk. Sehingga semua bisa tertampung di sana tanpa membuka dagangan di jalan dan mengganggu lalu lintas.

“Nanti badan jalan harus steril dari pedagang bermobil. Silahkan bawa barang dan parkir di luar atau dengan cara ngedrop pulang pergi,” pugkasnya. (ina/kb)