Pilkel Jembrana, Sejumlah Incumbent Keok

Jembrana Politik
Foto: Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi istri Ari Sugianti, mencoblos di TPS 1 Banjar Pangkung Dedari, Melaya.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Kendati partisipasi masyarakat masih minim untuk menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak di 35 desa di Kabupaten Jembrana, namun proses Pilkel 2019 dipastikan berlangsung lancar. Penegasan tersebut dikatakan Bupati Jembrana, I Putu Artha saat ditemui seusai menggunakan hak pilihnya, Senin (23/9/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Artha juga meminta seluruh calon Perbekel untuk tetap tenang dan bisa menghormati apapun hasilnya. “Ini penting dipedomani. Apapun hasilnya harus kita hormati, percayakan kepada mekanisme serta pelaksana yang sudah diberikan tugas tanggung jawab. Mari jaga kondusifitas Jembrana bersama-sama,” ajaknya.

Berdasarkan data yang diperoleh, dari 35 desa di lima kecamatan yang melaksanakan pemilihan suara Pilkel serentak, yakni lima desa di Kecamatan Pekutatan, delapan desa di Kecamatan Melaya, delapan desa di Kecamatan Negara, sembilan desa di Kecamatan mendoyo dan lima desa di Kecamatan Jembrana.

Dari 124 calon Perbekel (cakel) yang bertarung, 29 incumbet kembali ikut memperebutkan jabatan kepala desa enam tahun ke depan. Namun sayang, sejumlah petahana keok.

Seperti di Kecamatan Pekutatan, lima dari delapan desa menggelar Pilkel dan diikuti empat incumbent. Calon incumbent di Desa Pangyangan, I Made Suardana justru perolehan suranya paling kecil dari tiga calon perbekel yakni hanya 136 suara dan yang terpilih newcomer, I Wayan Dwita dengan perolehan 648 suara.

Di Kecamatan Mendoyo terdapat sembilan desa yang menggelar Pilkel. Dari tujuh desa yang diikuti incumbent, calon incumbent di Desa Mendoyo Dangintukad, I Gusti Agung Kade Bangbang Sumitra yang hanya mendapat perolehan 230 suara dikalahkan newcomer I Made Oka Semarajaya dengan 1.016 suara.

Dari lima desa yang Pilkel di Kecamatan Jembrana, empat desa diikuti incumben dan dua diantaranya juga keok. Seperti di Mantan Perbekel Bantuagung, IB Komang Widiarta hanya memperoleh 1.980 suara. Pilkel di Batuagung dimenangkan Kelihan Banjar Batuagung, I Nyoman Sudarma dengan 2.729.

Begitupula di Air Kuning, Pilkel dimenangkan newcomer, Samsudin dengan 986 suara, sedangkan petahana H. Samanhuri hanya memperoleh 554 suara. Sementara dari delapan desa yang Pilkel di Kecamatan Negara, tujuh desa diikuti incumbent. Namun dua incumben terkalahkan. Mantan Perbekel Pengambengan, Samsul Anam memperoleh suara paling sedikit, 238 suara dikalahkan Kamaruzazaman dengan 1999 suara.

Di Desa Banyubiru, incumbent Masturi hanya memperoleh 381 suara dikalahkan necomer I Komang Yuhartono dengan 2.284 suara. Di Kecamatan Melaya ada delapan desa yang Pilkel, tujuh diantaranya diikuti incumbent. Namun dua incumbent yakni Mantan Perbekel Candikusuma, I Wayan Bagia Yasa yang memperoleh 1.198 suara dikalahkan newcomers I Wayan Suardana dengan 1.543 suara dan Mantan Perbekel, I Putu Suamba yang memperoleh 1.717 suara dikalahkan newcomer I Komang Budiana dengan 2143 suara. (gus/kb)