PLN UID Bali Imbau Jangan Inapkan Layangan

Denpasar News Update
Gangguan Listrik Akibat Layangan Capai 300 Persen

DENPASAR, Kilasbali.com – Memasuki musim layangan di Bali yang puncaknya pada bulan Juli hingga Agustus, PLN UID Bali mengimbau bermain layangan di tempat yang aman. Lokasi bermain layangan jauh dari jalur aliran listrik, serta bermain layangan jangan diinapkan sebab selama ini ganguan listrik akibat adanya bermain menginapkan layangan cukup tinggi dan biasanya terjadi pada setiap subuh.

Baca Juga:  Pengusaha Retail Wajib Sediakan Ruang Minimal 30 Persen Untuk Produk UMKM

Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya menjelaskan layang-layang di Bali dikatakan sebagai penyumbang gangguan, dan untuk para pemain yang ingin mengambil layangannya akibat tersangkut, pihaknya menyarankan jangan diambil sendiri ketika layangan tersangkut di kabel listrik, pemain layangan bisa menghubungi call center PLN 123 atau melalui aplikasi New PLN Mobile.

“Kami sangat peduli pada komunitas layangan apalagi mereka bisa bermain ditempat aman dan aman juga untuk keramian,” paparnya.

Baca Juga:  Inda Trimafo Yudha: Industri Kreatif Solusi Pariwisata yang Lesu

Lanjutnya Made Arya mengatakan tingkat gangguan listrik akibat layang-layang terus meningkat hingga 300 persen dari tahun 2019 hingga tahun 2020.

“Kami sangat mengharapkan untuk kepentingan bersama untuk tahun 2021 untuk ganguan listrik akibat layangan bisa diturunkan, dan kita PLN pada dasarnya tidak melarang masyarakat Bali bermain layangan,” harapnya.

Lanjutnya Made Arya mengatakan, saat ini pihaknya sedang berusaha menjajaki pertemuan dengan komunitas layangan di Bali, untuk membahas hobi mereka agar tidak merugikan kepentingan orang banyak.

Baca Juga:  Di Denpasar, 33 Pasien Covid-19 Sembuh

“Kami ingin sekali bertemu dengan para tokoh-tokoh layangan untuk bisa memberikan edukasi sekaligus juga kami akan carikan sponsor untuk menjadi bagian pelestarian budaya Bali,” tuturnya. (tim/rl/kb)