Polisi Dor Lima Pelaku Kepruk Kaca

Hukum Jembrana Kriminal
Polisi Dor Lima Pelaku Kepruk Kaca

JEMBRANA, Kilasbali.com – Polisi akhirnya tepaksa menghadiahi timah panas lima pelaku kepruk kaca. Pasalnya, mereka melawan saat ditangkap dari persembunyiannya.

Dari kelima pelaku itu, empat diantaranya residivis yakni Temy Primadani (31), Edy Yanto (42) dan Ahmad Husni (29), ketiganya warga Ogan Komering Ilir-Sumatera Selatan, Hari Junaidi (35) asal Pasar Manggis, Jakarta Selatan dan seorang “pemain baru”, Musaffa asal Tambak Sari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur juga ikut diringkus petugas.

Sebelumnya kasus kepruk kaca mobil ini terjadi pada Selasa (25/8/2020) sekitar pukul 11.30 Wita. Korban, Dahana (54) PNS Pemkab Jembrana asal Lelateng, Negara over boking pinjaman di salah satu bank di Kota Negara.

Keluar dari bank, uang hasil over boking Rp 70 juta dalam amplop warna coklat diletakan di dalam dashboard sebelah kiri. Korban berhenti dan meninggalkan uang tersebut dalam mobil yang diparkir di pinggir jalan barat warung makan di jalan Gatot Subroto, Kelurahan Banjar Tengah, Negara.

Baca Juga:  Antisipasi Premanisme, Polsek Ubud Gencarkan Patroli

Korban saat itu sempat mendengar bunyi alarm mobil namun tidak menghiraukannya. Usai makan siang, korban kembali ke mobil dan mendapati kaca pintu depan sebelah kanan mobil sudah pecah dan amplop yang berisi uang sudah raib.

Unit Opsnal Satreskrim Polres Jembrana melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Dari hasil olah TKP diperoleh petunjuk bahwa diduga pelaku mengarah ke Kelompok Temy Primadani. Pada Selasa (22/9/2020) diperoleh informasi kelompok ini berada di wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:  Donor Darah Peringati Sumpah Pemuda

Sekira pukul 02.30 WIB, polisi melakukan penangkapan terhadap lima pelaku di Hotel Asri Banjarnegara, Jawa Tengah. Kelima pelaku saat diciduk sempat melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan menhadiahi timah panas.

Dari hasil introgasi pelaku mengaku secara bersama-sama merencakana akan melakukan aksinya di wilayah Bali dan berangkat bersama dari Surabaya pada Senin (24/8/2020) siang mengendarai tiga motor dan sempat menginap di salah satu hotel di Banyuwangi. Selasa (25/8/2020) pukul 10.00 Wita tiba di Jembrana.

Pertama melakukan survey di salah satu bank namun tidak menemukan calon korban, selanjutnya menyasar bank lainnya. Pelaku berbagai peran mulai dari berpura-pura sebagai nasabah mengincar calon korban, memantau di pakiran bank hingga membuntuti korban serta melakukan eksekusi.

Baca Juga:  Operasi Yustisi Pencegahan COVID-19 di Kintamani, 13 Warga Terjaring

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Adi Wibawa didampingi Kasat Reskrim Polres Jembran, AKP Yogi Paramagita mengatakan pelaku beraksi dengan melempar kaca samping kanan mobil korban menggunakan busi pecahan busi.

Setelah berhasil, komplotan ini diperjalanan membagi hasil kejahatannya masing-masing sebesar Rp 10 juta yang sudah habis dibayarkan hutang dan sisa Rp.10 juta digunakan untuk ongkos saat beraksi.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban. Kami juga masih melakukan pengembangan untuk mengetahui ada tidaknya keterkaitan dengan kasus serupa yang pernah terjadi di Bali,” tandasnya. (gus/kb)