Polisi Perketat Pengamanan Gereja Jelang Jumat Agung dan Paskah

Denpasar News Update
Polisi Perketat Pengamanan Gereja Jelang Jumat Agung dan Paskah

DENPASAR, Kilasbali.com – Pelaksanaan Misa menjelang perayaan Jumat Agung serangkaian Paskah mendapat pengamanan ketat dari pihak Kepolisian.

Hal ini terlihat pada saat umat Kristiani menggelar Misa pada Kamis Putih, hari ini (1/4/2021) di Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Keuskupan Denpasar.

Menurut Ketua Satgas Paroki Denpasar Vitalis Alexander, pada Perjamuan Kamis Putih ini, pengamanan berupa strerilisasi telah dimulai sejak pukul 04:00 Wita melibatkan anggota pengamanan internal Gereja bersama Tim Gegana Brimob Polda Bali dan juga penempatan personil Polisi mulai dari pelaksanaan Misa hingga hari Paskah pada Minggu 4 April nanti.

Baca Juga:  Wujudkan Wajah Kota Denpasar Tertib Lalu Lintas, Pemkot Denpasar Dukung ETLE

“Untuk pelaksanaan Misa hari ini ada 5 kali, mulai pukul 06, 09, 12, 15, dan 18 :00 wita dan live streaming 2 kali pukul 09:00 dan 18:00 wita,” sebutnya.

Terkait pelaksanaan Misa, Alex menerangkan tetap menerapkan protokol kesehatan, dimana ibu hamil, anak-anak, dan lansia diatas 65 tahun diimbau mengikuti Misa secara live streaming.

Sementara itu, Pastor Paroki Roh Kudus Denpasar, Romo Herman Yoseph Babey menyatakan pada Tri Hari Suci, hari pertama adalah merayakan Kamis Putih.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 64 Orang

“Kamis Putih adalah perjamuan akhir yang dilakukan oleh Yesus bersama dengan para muridnya. Hari ini temanya adalah Cinta Kasih Meneladani Yesus Yang Pengasih Manusia,” imbuhnya.

Romo Herman Yoseph Babey menambahkan selama pandemi Covid-19, berdasarkan instruksi langsung Pemimpin Gereja Katolik Sedunia di Vatikan, ada beberapa prosesi Kamis Putih yang dikurangi agar durasi tidak terlalu panjang.

Hal ini sesuai juga dengan harapan pemerintah saat beribadah tidak terlalu lama berada di tempat ibadah.

Baca Juga:  Kapolda Resmikan Polsek Denpasar Utara, Jaya Negara Ajak Optimalkan Sinergitas Pelayanan Kamtibmas

“Tetapi perayaan tetap sakral, walaupun beberapa bagian dihilangkan,” tutup Romo Herman Yoseph Babey.(sgt/kb)