Polisi Ringkus Empat Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Hukum Kriminal Tabanan
Empat tersangka penyalahgunaan narkoba

TABANAN, Kilasbali.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada turunnya perekonomian masyarakat, ternyata masih ada yang bermain-main dengan narkoba. Akibatnya, mereka pun harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Seperti halnya yang terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan. Empat tersangka penyalahgunaan narkoba diringkus polisi di awal tahun 2021 ini.

Pelaku masing-masing berinisial FS, IBPA, IBPW dan IMA ditangkap di tiga TKP berbeda di wilayah Tabanan. Dari tangan mereka, polisi mengamankan shabu dengan berat beragam mulai dari, 2,12 gram, 1,53 gram dan 4,22 gram.

Baca Juga:  Dorong Semangat Kreativitas, Putri Koster Sapa Kader PKK Desa Sesandan Tabanan

Hal tersebut terungkap saat Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiana Putra didampingi Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia merilis kasus penyalagunaan narkoba, di halaman Kantor Polres Tabanan, Kamis (28/1/2021).

Sudiana Putra mengatakan, empat pelaku ditangkap di hari dan tempat berbeda-beda. Yaitu pada Rabu (6/1/2021) pelaku berinisial FS di tangkap di pinggir jalan menuju perumahan Taman Permai, Banjar Taman, Desa Bugbug, kemudian IBPA dan IBPW diringkus di pinggir jalan Binggin Ambe, Desa Banjar Anyar, Kediri, dan pelaku terakhir berinisial IMA ditangkap di BTN Kembang Pajar Timur, Banjar Sema, Kediri, Tabanan.

“Empat pelaku berhasil kami ringkus di tiga tempat dan hari berbeda,” jelasnya.

Baca Juga:  Pantau Pos Penyekatan, Dandim Tabanan Ingatkan Protokol Kesehatan 

Adapun barang bukti yang diamankan, dari pelaku FS berupa enam paket shabu dengan berat 2,12 gram, dari tangan IBPA dan IBPW diamankan barang bukti sebanyak 12 paket berat 1,53 gram, sedangkan pelaku IMA membawa 13 buah paket shabu dengan berat 4,22 gram.

“Modus 4 orang pelaku yaitu, memiliki, menyimpan dan menguasai narkoba,” tegasnya.

Atas perbuatan tersebut masing-masing pelaku dijerat dengan pasal 112 Ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. (gd/kb)