Polisi Ringkus Komplotan Pencuri AC Out Door

Gianyar Kriminal News Update Peristiwa
Foto : Tiga kawanan pencuri spesialis AC out door dibekuk polisi.

GIANYAR, Kilasbali.com – Saat toko-toko tutup karena kebijakan PPKM, rupanya AC out door jadi sasaran pencuri. Al-hasil, laporan pencurian AC pun pun berdatangan dari sejumlah korbanya di Mapolsek Ubud. Syukurnya, petugas bergerak cepat dan meringkus komplotan pencuri AC tersebut.

Kapolsek Ubud, Gianyar, I Made Tama mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan dari warga pada tanggal 30 Agustus 2021, AC out door milik toko Yoga Shanti di Jalan Raya Hanoman hilang.

Sehari kedmudian pada tanggal 31 Agustus 2021, pihaknya kembali mendapat lapora AC out door milik toko XI BO BA di Jalan Raya Ubud juga hilang.

Baca Juga:  Diwarnai Keluh Kesah, KORPRI Diharap Transparan Terkair Sumbangan Sembako Rp 1 M

Atas laporan tersebut, pihaknya bergerak cepat, dipimpin Kanit Reskrik Iptu Wayan Gede Mudana di back up oleh tim Opsal Dit Reskrimum Polda Bali.

Dalam perjalan tersebut, team melakukan pemeriksaan terhadap satu uni mobil pick up. Di mana pick up tersebut nomer polisinya dilihat langsung oleh salah seorang korban saat melakukan aksi di toko XI BO BA.

Namun diketahui ternyata mobil tersebut telah berpindah tangan sebanyak empat kali. Terakhir mobil tersebut di beli oleh orang yang bernama Samsudin.

Baca Juga:  Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Griya Gede Ketewel

Berdasarkan keterangannya, mobilnya dipinjam oleh teman-temanya, yakni Salaman, Tejo, dan Karep.

Kemudian mobil tersebut dikembalikan dengan berisi 7 unit ac yang ditaruh di bak mobil tersebut.

Dalam keterangan Samsudin juga ia membeli AC tersebut kemudian dijual lagi ketemannya.

Samsudin juga mengatakan bahwa temannya yang mambawa AC tersebut tinggal di wilayah Taman Griya, Jimbaran.

Atas sejumlah informasi tersebut, akhirnya team berhasil membekuk pelaku Salaman.

Dari pelaku itu identitas dua temannya berhasil diketahui yang ternyata tinggal Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Tidak berselang lama, ketiga pelaku akhirnya berhasil dibekuk.

Baca Juga:  DPRD Denpasar Sahkan Ranperda Kota Layak Anak dan Perubahan APBD Menjadi Perda

“Dua pelaku yang tinggal nyaris berhasil kabur, kami membekuknya saat mereka akan berangkat keluar kota dengan mobil travel,” ujarnya.

Dsebutan pula komplotan ini terbilang cerdik. Untuk menghilangkan jejak barang bukti, AC curian itu langsung di pecah-pecah, setelah itu baru di jual.

“Syukurnya, kami tangkap dengan barang buktinya, sebelum dijual kepengepul rongsokan. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1, terancam hukuman paling lama 7 tahun penjara,” pungkas AKP Tama. (ina/kb)