Polisi Ringkus Pelaku Pencuri Spesialis Sekolah

Jembrana Kriminal
Foto: Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Gde Adi Wibawa memperlihatkan latop yang dicuri kedua pelaku di SD.

JEMBRANA, Kilasbali.com – Polres Jembrana akhirnya berhasil meringkus pelaku pencurian yang beraksi di beberapa sekolah.

Dua orang pelaku pun dibekuk petugas kepolisian dalam kasus ini. Yakni I Putu Oktavian (21) asal Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Jembrana dan Muhamad Haris Fadilah (19) asal Jalan Gunung Agung, Gang XX, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana.

Kapolres Jembrana, AKBP Ketut Gde Adi Wibawa menjelaskan, pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) ini berawal dari laporan Kepala SDN 2 Sangkaragung, Jembrana I Ketut Widana.

“Korban melapor bahwa sekolahnya yang terletak di Lingkungan Samblong ini dibobol pada Selasa (24/9/2019),” jelasnya, Selasa (8/10/2019).

Dari laporan tersebut, Kapolres segera memerintahkan anggotanya ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

“Di TKP kami menemukan sejumlah kerusakan pada pintu kantor dan sejumlah barang hilang seperti empat laptop serta celengan berisi uang Rp 30 ribu,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Paramagita.

Berbekal bukti-bukti yang dikumpulkan di TKP, pihaknya melakukan penyelidikan dan mengarah kepada dua pelaku tersebut.

“Kurang dari 24 jam, kedua pelaku yang merupakan pengangguran ini berhasil kami amankan di kamar kost tersangka Muhamad Haris Fadilah di Lingkungan Mertasari, Loloan Timur sekitar pukul 17.00 WITA,” bebernya.

Menurutnya, untuk barang bukti berhasil diamankan di kamar kost I Putu Oktavian. “Kedua tersangka mengaku membobol sekitar pukul 01.00 WITA. Pelaku memanjat tembok sekolah dan membuka paksa pintu ruang guru lalu mengambil empat laptop dan sebuah celengan,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil pengembangan, ternyata pelaku juga mengaku membobol SDN 4 Dauhwaru dan menggondol sebuah laptop serta uang tunia senilai Rp 100 ribu.

“Untuk SDN 2 Sangkaragung mengalami kerugian Rp 24 juta dan SDN 4 Dauhwaru Rp 7 juta. Motif ekonomi, laptop hasil curian akan dijual. Sedangkan uang sudah dibelanjakan,” pungkasnya. (gus/kb)