Polisi Ungkap Identitas Mayat Wanita yang Mengambang di Sungai Sangsang

Gianyar Peristiwa
Foto: Proses evakuasi penemuan mayat tanpa identitas di aliran Sungai Sangsang, Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Sabtu (13/2/2021).

GIANYAR, Kilasbali.com – Polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas mayat yang ditemukan oleh warga di aliran Sungai Sangsang, Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih Gianyar pada Sabtu (13/2/2021).

Korban ternyata, sorang nenek berusia 86 tahun yang tinggal di Lingkungan Beng Kaja Kauh, Kelurahan Beng, Gianyar. Nenek yang menderita linglung ini, sebelumnya dilaporkan menghilang oleh pihak keluarganya.

Kapolsek Gianyar, Kompol I Gusti Ngurah Yudisthira mengatakan bahwa terungkapnya identitas mayat yang ditemukan oleh warga di aliran Sungai Sangsang, Banjar Lebih Duur Kaja pada Sabtu malam lalu, setelah memeriksa laporan orang hilang yang diterima oleh Polsek Kota Gianyar pada Rabu (3/2/2021) lalu.

Baca Juga:  Pengerajin Endek di Gianyar Mulai Sumringah

Menurut dia, terdapat laporan orang hilang yang diterima oleh Polsek Gianyar pada tanggal 3 Februari 2021 lalu. “Laporan tersebut dilakukan oleh Agustini Mulyani yang melaporkan orang tuanya atas nama Suparjinah umur 86 tahun,” ungkapnya, Senin (15/2/2021).

Untuk memastikan korban, anak korban atas nama Agustini Mulyani diajak ke RSUP Sanglah Denpasar untuk melihat kondisi mayat yang ditemukan tersebut.

Dari pengakuan Agustini yang merupakan anak korban bersama saudaranya, memastikan jika mayat yang ditemukan di Sungai Sangsang Desa Lebih tersebut adalah ibu kandungnya yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Rapid Test Antigen 11 Pelanggar Prokes di Padangsambian Kelod, 1 Orang Reaktif

Hal ini diperkuat dengan ciri-ciri mayat mirip dengan orang tuanya yang dilaporkan hilang yakni jumlah gigi yang tersisa masih dua dibagian atas, sisa rambut yang masih tersisa bewarna putih, serta pakian dalam BH yang digunakan jenazah saat ditemukan.

Disebutkan, jika pihak keluargapun menolak untuk dilakukan otopsi karena menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Dari keterangan keluarga korban, bahwa sebelumnya korban Suparjinah (86) sudah dalam keadaan linglung dan sering mengjilang dari rumah.

Diakui pula jika korban memang sering menghilang dari rumah, lainglung. Diduga korban pergi ke sungai terjatuh. Karena di tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas-bekas kekerasan.

Baca Juga:  Gubernur Koster Umumkan Minuman Arak Bali, Brem Bali, dan Tuak Bali Menjadi Usaha yang Sah Diproduksi dan Dikembangkan

“Saat ini, jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (ina/kb)