Populasi Meningkat, Harga Babi Tetap di Puncak

Ekonomi Bisnis Gianyar
Foto : Ternak babi meningkat

GIANYAR, Kilasbali.com – Populasi ternak babi di Kabupaten Gianyar yang sempat anjlok lantaran serangan ASF di tahun 2020, kini mulai stabil. Bahkan populasinya meningkat, seiring banyaknya warga yang beralih ke peternakan. Namun demikian, harga Babi tetap di puncak, yang mengakibatkan menurunnya konsumsi daging sehari-hari.

Seorang pedagang daging Babi di Pasar Umum Gianyar, Gusti Ayu Tirta menuturkan, per hari kini hanya memotong satu ekor dan dua ekor saat hari-haru tertentu.

Padahal sebelumnya, dirinya menyiapkan rata-rata 4 hingga 5 ekor setiap harinya. Kendalanya bukan di kelangakaan babi, namun karena tingginya harga babi.

Baca Juga:  Diwarnai Keluh Kesah, KORPRI Diharap Transparan Terkair Sumbangan Sembako Rp 1 M

“Saya tidak berani potong babai seperti dulunya.  Karena mahal jarang  yang belai daging babai untuk konsumsi sehari-hari. Palingan saat upacara saja ada pembeli. Harga daging babi kini sudah hampir sama dengan daging sapi,” ungkapnya tanpa menyebut angka, Senin (2/8/2021).

Secara terpisah, Kabid Perbibitan dan Produksi Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Drh Ngakan Putu Readi mengatakan, bahwa di tahun 2020 lalu memang terjadi penurunan populasi ternak babi karena adanya susfek ASF (African Swine Fever) atau Flu Babi yang membuat banyak ternak babi mati.

Penurunan yang terjadi pun cukup signifikan. Sebelumnya sejak tahun 2016 hingga 2019 populasi ternak babi mengalami peningkatan.

Baca Juga:  Tak Patut Ditiru, ABG Gerayangi Gadis yang Sedang Mandi

Di tahun 2016 populasi mencapai 119.826 ekor, tahun 2017 meningkat menjadi 120.017 ekor, tahun 2018 mencapai 119.861 ekor, dan tahun 2019 mencapai 138.764 ekor.

Lanjut di tahun 2020 menurun drastis karena adanya susfek ASF yaitu sebanyak 83.316 ekor.

Namun kini para peternak sudah mulai memelihara babi lagi meskipun peternak masih dihantui ketakutan akan serangan ASF tersebut.

“Masyarakat yakin ASF sudah berlalu, sehingga banyak yang mulai lagi beternak meningkatkan populasinya karena harga cukup menjanjikan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, peningkatan populasi ternak babi kata dia merata di 7 kecamatan yang ada di Gianyar.

Baca Juga:  Cok Ace Apresiasi Indonesia Marketeers Festival 2021

Namun populasi terbanyak ada di Kecamatan Payangan dan Tegallalang. Untuk harga, saat ini babi hidup berada dikisaran Rp 48.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.

Sedangkan untuk harga daging babi berada dikisaran Rp 80.000 per kilogram. Peternak ada yang menjual ke pengepul, ada juga dipasarkan langsung, terutama untuk kepentingan upacara Adat.

Atas kondisi tersebut, pihaknya pun optimis kebutuhan babi untuk Hari Raya Galungan yang jatuh pada bulan November 2021 akan terpenuhi. Apalagi, peternak cenderung meningkatkan populasi babi. (ina/kb)