Postingan Dugaan Penculikan CEO Aloha Ubud Swing, Ketut Gonyol Resah

Gianyar
Foto: Screenshort postingan yang mengabarkan dugaan penculikan.

GIANYAR, Kilasbali.com – Postingan dugaan penculikan terhadap CEO Aloha Ubud Swing, gegerkan dunia maya. Terlebih lagi, akun facebook (FB) berlabel Aloha Ubud Swing ini bersayembara, menawarkan hadiah dengan nominal menggiurkan, bagi penemu Bos Aloha atas nama Yande Saputra dijanjikan 5000 US Dollar dan juga penemu seorang bernama Ketut Gonyol yang diduga terkait penculikan dibandrol 500 US Dollar. Tidak saja membuat nitizen penasaran, status ini juga membuat ratusan karyawan setempat resah.

Dari informasi yang dihimpun, Minggu (27/10/2019), ternyata orang di balik akun FB yang menyebarkan berita kehilangan orang itu adalah seorang warga asing berkewarganegaraan Polandia bernama Agnieszka Sylwia yang panggil Aga.

Wanita ini sudah lama menetap di Ubud dan memiliki kedekatan dengan pemilik Aloha Ubud Swing, yakni Yande yang dikabarkan menghilang tersebut.

Salah seorang staf Aloha Ubud Swing membenarkan jika Yande tidak terlihat sejak hari Selasa (23/10/2019) lalu. Namun, diyakini menghilang bukan dalam arti negatif dan tidak mungkin diculik orang.

Dua orang ini disebutkan sempat cekcok hingga Yande memilih pergi untuk menenangkan diri. Sayangnya, akun itu menyebut Yande diduga diculik dan mengkait-kaitkan nama Ketut Gonyol atau Ketut Sugiarta, warga asal Banjar Mambal, Mengwi, Badung, sehingga asumsi di masyarakat berkembang jika Gonyol terlibat atas keberadaan Yande yang hingga kini masih misterius.

Foto: I Ketut Gonyol atau Ketut Sugiarta.

I Ketut Sugiarta alias Gonyol yang berhasil ditemui awak media mengaku resah dengan status di Akun Aloha Ubud Swing itu. Terlebih, ada kesan jika dirinya ada kaitan atas menghilangnya Yande. Diakuinya, secara tidak sengaja dirinya sempat bertemu dengan Yande di sebuah Rumah Sakit di Denpasar, Kamis (24/10/2019) lalu.

“Yande ini adalah teman saya sejak kecil. Saya tidak tau masalah yang menimpanya. Saat itu kondisi kesehatanya drop dan saya antar untuk mendapat perawatan di rumah sakit. Setelah itu, Yande pergi dengan sepeda motornya. Namun, di FB saya seolah-olah ada kaitannya dengan Yande yang menghilang ini,” sesalnya.

Ketut pun mengaku tidak nyaman dengan status FB yang dinilai membahayakan keselamatan diri dan keluarganya. Sebab, berpotensi mengundang niat tidak baik dari pihak-pihak lain yang tergiur dengan imbalan seperti yang ditawarkan dalam akun FB itu.

“Saya masih berkonsultasi untuk melakukan tindakan hukum. Sebab, status itu sangat-sangat meresahkan dan mengancam keselamatan saya dan keluarga,” terangnya singkat.

Sementara itu, dari catatan laporan yang masuk di Polres Gianyar, tidak ada pelaporan atas kehilangan CEO Aloha Ubud Swing ini. Dari pengakuan salah seorang petugas, sempat ada seorang wanita berkewargaan Asing, melapor kehilangan teman dekatnya.

Namun, karena bule ini bukan anggota keluarga dari orang yang dilaporkan hilang, niatnya pun gagal. Dan sudah dianjurkan agar keluarga yang bersangkutan yang melapor.

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan pun menegaskan tidak ada laporan kehilangan orang sebagaimana dimaksud. “Belum ada,” balasnya singkat via WA. (ina/kb)