Prokes Kunci Hindari Covid-19

Denpasar
ilustrasi/net

DENPASAR, Kilabsali.com – Sebagai destinasi wisata dunia, Bali sangat terpuruk dengan mewabahnya virus corona. Tak ada wisatawan yang datang akibat ditutupnya penerbangan ke Bali. Dampaknya, tidak ada wisatawan yang datang berlibur.

Akibatnya, banyak pelaku wisata yang dirumahkan, dan bahkan di-PHK tanpa pesangon. Mereka yamg berkecimpung di dunia gemerincing dolar terpaksa banting setir. Beralih profesi untuk bisa sekadar bertahan sembari menunggu badai ini berlalu.

Pandemi yang melanda Bali sudah berlangsung 1,5 tahun. Akan tetapi, virus ini semakin liar menulari masyarakat Bali. Salah satu kunci agar bisa terhindar dari paparan Covid-19 ini adalah disiplin menjalan protokol kesehatan.

Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga jarak. Selain itu, langkah berikutnya adalah mengikuti vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster mengatakan, menghadapi pandemi yang belum juga berakhir hingga saat ini, membutuhkan kerja sama semua pihak untuk ikut menerapkan protokol kesehatan dan sejumlah imbauan guna menghindari paparan Covid-19.

“Edukasi dan sosialisasi dalam menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19 dan tata cara menghindari paparannya harus terus dilakukan,” ujarnya belum ini di Denpasar.

Baca Juga:  Data Penduduk Non Permanen, Desa Dauh Puri Kangin Antisipasi Tindak Kriminal dan Penularan Covid-19

Menurutnya, edukasi dan sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat paham akan bahaya tertularnya Virus Corona yang belakangan membawa varian baru. Selain itu, dengan edukasi dan pemahaman tentang apa dan bagaimana itu virus menularnya, maka masyarakat dapat memilah berita dan informasi yang sehat dan juga hoax.

“Edukasi dalam keluarga dapat dilakukan oleh orangtua khususnya seorang ibu, yang juga duduk sebagai kader PKK,” lanjutnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali menunjukkan kecenderungan yang semakin membaik.

Baca Juga:  Prosentase Kesembuhan Pasian Covid-19 di Kota Denpasar Terus Meningkat

Kata dia, kecenderungan membaik itu ditandai dengan menurunnya jumlah kasus baru, meningkatnya jumlah pasien yang sembuh, menurunnya angka kematian, dan menurunnya jumlah kasus aktif yang masih diisolasi dan dirawat di rumah sakit.

Kendati demikian, pihaknya meminta masyarakat agar tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Menurutnya, pencapaian yang baik ini berkat kerja keras dan usaha bersama Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali dan Kodam IX/Udayana beserta jajaran, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, dan segenap komponen masyarakat yang sudah tertib dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 sesuai Surat Edaran dan Himbauan Menteri Dalam Negeri RI, Gubernur Bali, dan Bupati/Walikota se-Bali, hingga Gubernur Bali melakukan upaya serius secara sekala dan niskala.

Baca Juga:  Antisipasi 'Shock Wave', Minggu Depan Bali Bakal Terapkan Ganjil Genap

“Kita patut bersyukur atas pencapaian yang baik ini. Pencapaian yang baik ini adalah berkat pelaksanaan program vaksinasi massal berbasis banjar telah berjalan sesuai target, sehingga jumlah penduduk yang divaksinasi sudah cukup tinggi,” tandasnya.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan, Kampanye 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan telah dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Cok Ace mengakui bahwa kasus Covid-19 di Bali masih cukup tinggi. Untuk itu, lanjut dia, selain dengan mengkampanyekan 3M, juga telah mengikuti kebijakan PPKM Darurat, dan kini PPKM Level 4.

Dia berharap masyarakat akan semakin sadar dan peduli tentang penyebaran virus ini serta secara bersama-sama mengindahkan aturan yang dibuat oleh pemerintah. (jus/kb)