Putri Koster: Guru TK Pahami Karakter Generasi Alpha

Denpasar Pendidikan
Foto: Ny Putri Koster saat menghadiri 'Seminar Literasi Keuangan dan Perlindungan Hukum bagi Guru' yang diselenggarakan IGTKI/PGRI Bali di aula LPMP Bali, Sabtu (28/9/2019).

DENPASAR, Kilasbali.com – Bunda PAUD Provinsi Bali Ny Putri Koster menegaskan keberadaan Guru Taman Kanak-Kanak (TK) memegang peran yang sangat strategis dalam masa tumbuh kembang serta pembentukan kepribadian anak usia dini, khususnya karakter dari generasi yang terlahir di atas tahun 2010 yang juga disebut generasi alpha.

Mendidik anak usia dini dari generasi alpha bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, dan tentu saja memiliki tantangan tersendiri. Sejak lahir generasi ini sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat dan gatget sudah menjadi bagian dari hidup mereka sepenuhnya.

Untuk itu, sebagai pendidik di usia emas dari para generasi ini, guru TK diharapkan memahami betul karakter dari generasi ini sehingga mereka akan tumbuh menjadi generasi penerus yang berkarakter dan berkepribadian bangsa.

Harapan ini disampaikan Ny Putri Koster dalam acara ‘Seminar Literasi Keuangan dan Perlindungan Hukum bagi Guru’ yang diselenggarakan oleh IGTKI/PGRI Bali di Aula LPMP Bali, Sabtu (28/9/2019).

Lebih jauh, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa pada usia emas perkembangan anak bukan hanya pada aspek kecerdasan tetapi juga aspek perkembangan yang mencakup moral spiritual, fisik motorik, sosial emosional, kognitif, bahasa dan estetika.

“Perkembangan anak di usia emas sangat penting, untuk itu guru harus mampu memahami karakter dari anak anak ini. Kemajuan teknologi yang sangat pesat akan sangat mempengaruhi karakter serta kepribadian mereka. Bagaimana membentuk anak melek teknologi tapi tetap berkarakter dan berkepribadian bangsa. Guru TK berperan sebagai pendidik, pengajar serta peletak pondasi dasar pendidikan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Terkait penyelenggaran seminar pada Sabtu hari ini, istri orang nomor satu di Bali ini menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan seminar, di mana dengan kegiatan ini para guru dapat menyusun keuangan dengan baik serta memiliki pengetahuan serta informasi terkait penanganan hukum mengingat maraknya kasus kontroversial dalam penyelenggaraan proses pengajaran sehingga guru dalam proses belajar mengajar akan lebih fokus, lurus dan tulus.

Seminar yang diselenggarakan oleh IGTKI PGRI bekerja sama dengan Bhineka life ini diikuti sekitar 300 guru anggota IGTKI PGRI se-Bali. (rls/kb)