Putus Mata Rantai Penularan, Dewa Indra Minta ‘Tajen’ Dihentikan

Denpasar News Update
Update Penanggulangan Covid-19, Minggu, 20 September 2020

DENPASAR, Kilasbali.com – Untuk memutus rantai penularan Covid-19, maka keramaian dalam bentuk tajen (sabung ayam) disetiap desa adat harus dihentikan sementara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Denpasar, Minggu (20/9/2020).

“Begitu juga dengan semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas, dan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga:  Pergub 1/2020 Dorong Arak Bali Menuju Industri

“Mari kita dukung upaya pemerintah dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” imbaunya.

Sementara terkait perkembangan pandemi Covid-19 di Provinsi Bali per hari ini, Gugus Tugas Provinsi Bali mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 121 orang melalui transmisi lokal.

Kabar baiknya, lanjut dia, sembuh juga bertambah sebanyak 125 orang, sedangkan pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 10 orang.

Baca Juga:  Sapa Pedagang di Pasar Sanglah dan Putra, Ini Janji Amerta

“Untuk jumlah kasus secara kumulatif, terkonfirmasi positif 7.749 orang, sembuh 6.338 orang (81,79%), dan meninggal dunia 216 orang (2,79%). Terkait kasus aktif per hari ini menjadi 1.195 orang (15,42%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” tandasnya. (jus/kb)