Rahasia Kelezatan Sempurna Sate Man Gondrong

Denpasar Ekonomi Bisnis Hiburan
Foto: Man Gondrong saat memanggang sate.

DENPASAR, Kilasbali.com – Kelezatan sate babi dan sate ikan marline yang dijual Warung Man Gondrong khas Karangasem memang sangat sempurna. Sate babinya empuk, sedangkan sate marline lembut tanpa bau amis.

Dari penampilan saja, tampak sate babi yang disajikan memang menggoda dan berbeda dari sate babi biasanya. Warnanya merah, dan tampak berminyak.

Saat dicicipi, sate babi inipun terasa empuk, lembut dan tidak keras saat dikunyah, tidak seperti sate babi kebanyakan. Pokoknya, gurih, lezat, nikmat, empuk, sedap, dan entah apalagi untuk mengucapkan kata – kata lezatnya sate Man Gondrong ini. Rasanya sungguh sempurna.

Begitu juga dengan sate marline dengan bumbu kuning. Sate ini tampak fresh dan menggoda untuk dicoba. Begitu sampai dimulut langsung lumer, rasa sate ikan ini sangat sedap dan tanpa amis sedikit pun.

Rasa penasaran pun menjalar keluar untuk mengetahui cara membuat agar sate babi maupun marline ini lezat sempurna.

“Tidak ada rahasia apa-apa. Kuncinya, saya memasak dengan penuh cinta,” kata Nyoman Budiono alias Man Gondrong yang saat itu ditemani isterinya, Wayan Sukiyanti di Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (11/7/2019).

Tak percaya dengan apa yang diucapkan, Man Gondrong pun didesak apakah daging untuk membuat sate ini dimasak terlebih dahulu ataupun diolah seperti apa?

“Banyak yang bertanya seperti itu. Saya tidak ada masak,” ujarnya

Akhirnya iapun menuturkan agar makanan yang dimasak itu lezat. “Selain dari pemilihan bahan, cara pemotongan juga menjadi kunci agar makanan itu lezat. Jadi, cara motongnya itu jangan melawan serat. Itu membuat empuk daging atau ikan,” bebernya.

Untuk urusan bumbu, Man Gondrong pun menyerahkan semua kepada sang isteri tercintanya. “Saya yang membuat bumbunya. Bapak tidak bisa. Jadi untuk urusan bumbu, itu saya kerjakan semua,” kata Sukiyanti.

Saat sedang asyik berbincang-bincang, tampak para pembeli pun menghampiri stan kulinernya di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 ini. “Oh itu memang langganan dari dulu. Mereka datang setiap saya ikut pameran,” ujarnya sera mempersilahkan langganannya untuk duduk.

Rasa penasaran untuk mengetahui kenapa mereka datang hanya untuk menikmati sate Man Gondrong pun menghampiri. “Saya memang pelanggan setia. Satenya enak dan lain daripada yang lain,” sebut pelanggan ini.

Sukiyanti pun menceritakan, beberapa pelanggannya yang datang itu rata-rata berasal dari luar daerah, bahkan hingga ke Kalimantan. “Sate saya juga pernah ada yang memesan dan minta dikirim ke Kalimantan,” tuturnya.

Sedangkan saat ditanya terkait tempat ia jualan, Sukiyanti mengaku tidak memiliki warung ataupun rumah makan. Ia berjualan hanya untuk yang memesan saja.

Berbagai tawaran pun menghampirinya untuk bekerjasama membuka warung. Namun karena kekhawatirannya akan timbul permasalahan di belakang hari, tawaran itupun ia tolak dengan halus.

“Banyak yang nawarin untuk buka warung, tapi saya tolak dengan halus. Karena, ini saja sudah cukup,” pungkasnya. (kb)