Ratnadi Nahkodai PMI Gianyar

Gianyar Sosial Tokoh
Foto : Ketua PMI Cabang Gianyar, NI Made Ratnadi
  • Pelantikan Bupati Jembrana

  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021
  • Pelantikan bupati tabanan 2021

GIANYAR, Kilasbali.com – Setelah kepengurusan sebelumnya dibekukan lantaran dugaan kasus korupsi, Ni Made Ratnadi kini diparcaya menahkodai PMI Cabang Gianyar.

Belajar dari perjalanan sebelumnya, Politisi PDIP ini pun tak ingin PMI masih diselimuti kesan sebagai penggerogot anggaran daearah. Secara bertahap, dirinya akan mencoba menjadikan PMI sebagi lembaga mandiri dan bahkan sebagai lembaga yang menjadi penyumbang PAD.

Ratnadi mengungkapkan, dirinya bersama kepengurusan yang baru sudah menyiapkan kajiannya. Pihaknya tidak ingin PMI Gianyar terus-terusan membebani keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar.

Baca Juga:  Walikota Lirik Rumah Kost di Denpasar Jadi Tempat Isolasi

Mewujudkan itu, pihaknya ingin PMI Gianyar mandiri. Sumber pendapatannya akan dirancang selain dari penjualan darah, tetapi juga dengan dana donatur, baik donatur di sektor perhotelan dan sebagainya. Namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku.

“Menuju PMI yang mandiri ini, tentu membutuhkan proses waktu yang amat panjang. Mencari donatur, melibatkan pengusaha dengan memasang kotak amal. Tapi tetap dengan regulasi. Masih dikaji. Pokoknya kita tetap berjalan sesuai aturan yang ada,” tegas dewan enerjik ini.

Lanjutnya, anggaran Pemkab Gianyar ke PMI Gianyar selama ini relatif besar. Mulai dari Rp 800 juta, dan pada 2020 lalu sebesar Rp 1,2 miliar. Karena itu pihaknya  ingin mengurangi beban APBD. Terlebih di masa Pandemi ini, pengalokasian anggran sangat ketat.

Baca Juga:  Karantina Hotel, Pemkab Gianyar Sewa Perkamar

“Kalau kita belum bisa mandiri, setidaknya  kita bisa mengelola anggaran itu dengan baik, dan anggaran pemkab juga bisa dialihkan untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya juga memiliki mimpi besar setelah mewujudkan PMI mandiri. Yakni ingin memiliki klinik sendiri dan rumah sakit sendiri. Dengan demikian, PMI Gianyar yang selama ini menjadi ‘beban’ anggaran, dapat menyumbangkan Pendapat Asli Daerah (PAD).

“Potensi ini sangat realaistis jika dipersiapkan dengan matang. Apalagi kesadaran warga Gianyar untuk berdonor  sudah sangat baik sekali. Kita tidak pernah kewalahan darah. Sebab masyarakat bahkan berbondong-bondong mendonorkan darahnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sidak di Pemogan, Tim Yustisi Kembali Jaring 4 Pelanggar Prokes PPKM

Dalam mewujudkan mimpinya tersebut, Ratnadi pun merombak orang-orang yang menduduki struktur organisasi PMI Gianyar. “Orang yang dipilih ini adalah yang memiliki semangat sama dengannya,” tandasnya. (ina/kb)