Sada Dego Tegaskan Demokrat Berjuang Untuk Rakyat

Badung News Update
I Made Sada/Dego

MANGUPURA, Kilasbali.com – I Made Sada merayakan hari ulang tahun 53, Selasa (31/8/2021). Hal spesial terjadi di momentum pertambahan usia pengusaha energik asal Banjar Legian Kaja, Desa Legian, Kuta, Badung itu. Pasalnya, pada Kamis, 9 September 2021, Partai Demokrat merayakan hari jadi ke-20. Peringatan ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun ke-72 Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di usia Partai Demokrat yang tak lagi muda, pria yang akrab disapa Sada Dego itu berharap parpol berlambang mercy semakin dicintai masyarakat. Sempat diistilahkan sebagai parpol “bayi ajaib” lantaran melesat di usia muda, Kelian Suka Duka Banjar Adat Legian Kaja itu tak menampik suka-duka sudah dilalui Partai Demokrat.

“Pakta integritas sudah ditandatangani sehingga suka-duka itu berhasil dilalui. Anda tentu sepakat, Demokrat seolah-olah sering dipojokkan pasca kepemimpinan Bapak SBY. Namun, jangan lupa, Partai Demokrat tetap kukuh dan berkomitmen berjuang untuk masyarakat. Buktinya, tidak ada upaya untuk melindungi kader-kader yang bermasalah dan terbukti melanggar hukum. Atas masalah tersebut, konsekuensinya jelas. Langsung dicoret sebagai kader dan pengurus tanpa ba bi bu. Masyarakat wajib bijaklah menilai Partai Demokrat,” ucapnya ditemui langsung, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga:  Bergerak Amalkan HATINYA PKK

Tokoh kharismatik yang dipercaya mengemban amanat sebagai Bendahara Umum DPD Demokrat Bali itu menyebut di momentum dua dasawarsa Partai Demokrat, pilihan untuk berkoalisi dengan rakyat adalah langkah tepat. “Demokrat konsisten berkoalisi dengan rakyat dan harapan saya Demokrat tetap dicintai rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, Sada Dego juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-72 bagi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. “Selamat ulang tahun kepada Bapak SBY. Semoga senantiasa menjadi negarawan sejati sekaligus menjadi panutan semua rakyat Indonesia,” ungkap sang pengusaha.

Sada Dego menilai SBY kerap memberikan saran kepada pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo karena memang seharusnya demikian. Pasalnya, Presiden Jokowi merupakan penerus tongkat estafet SBY. Sayangnya, kondisi sportif sang negarawan ini kerap diplesetkan sebagai kritikan oleh sejumlah oknum tak bertanggung jawab.

Baca Juga:  DPRD Denpasar Sahkan Ranperda Kota Layak Anak dan Perubahan APBD Menjadi Perda

“Penglingsir atau orang yang dituakan dalam istilah Bali, dalam hal ini SBY menurut saya memang seharusnya memberikan saran kepada Bapak Jokowi selaku penerus estafet kepemimpinan Indonesia. Wajib diberikan saran, daripada dibiarkan. Itu artinya tidak sayang. Karena sayang, maka SBY melakukan itu. Asal kita yang membaca tidak berpikir negatif, melainkan harus positif. Ketika kebijakan Presiden Jokowi bagus, Bapak SBY memuji presiden kita. Jadi sangat fair. Saat perlu diingatkan, Bapak SBY berbicara, saat seharusnya memuji, Bapak SBY memuji,” tegasnya.

Baca Juga:  Hari Pertama PTM, Siswa Kenalan Ulang

“Kalau ada yang bertanya apa yang sudah dilakukan SBY semasa menjadi presiden bagi Bali, dalam kesempatan ini izinkan saya memberikan jawaban. Ekonomi menggeliat semasa pemerintah SBY, Underpass Dewa Ruci, Tol Bali Mandara, Rumah Sakit Bali Mandara, pembenahan Airport Internasional I Gusti Ngurah Rai, shortcut di Kabupaten Tabanan, Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra, dan lain sebagainya. Tapi yang saya pribadi paling rindukan adalah geliat ekonomi yang dirasakan sampai masyarakat terbawah, khususnya di Pulau Dewata,” tutupnya. (tim/kb)