Sari Galung Ajak Cintai Produk Lokal

Denpasar Seni Budaya Tokoh
Foto: Anggota DPRD Bali, Sari Galung tampak anggun dengan produk lokal Bali.

DENPASAR, Kilasbali.com – Anggota DPRD Bali Ni Wayan Sari Galung, S.Sos., mengapresiasi Pameran UMKM Bali Bangkit tahap III, di Taman Budaya Bali, Denpasar.

Menurutnya, pameran yang digelar Dekranasda Provinsi Bali bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali ini, harus didukung penuh. Karena bertujuan mulia, yaitu untuk membantu para pelaku UMKM.

“Para pelaku UMKM sangat terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 ini,” ungkap anggota dewan yang duduk di Komisi IV DPRD Bali ini, Senin (11/1/2021).

Baca Juga:  Jaya Wibawa Jadi Keynotespeaker di Sabha XII PC KMHDI Denpasar

Sari Galung menambahkan, apapun hasil kerajinan lokal Bali, sudah sepatutnya mendapatkan acungkan jempol. Sebab, telah berani bersaing dengan produk luar.

Dengan memakai produk lokal, lanjut dia, paling tidak dengan bisa terus membanggakan produk sendiri, sehingga kedepanya akan lebih memajukan ekonomi masyarakat Bali sendiri.

“Kita bisa terus mencintai prodak lokal sendiri, sebab dengan bisa mencintai prodak lokal sendiri kedepanya akan lebih mampu membangkitkan dunia kewirausahaan jadi lebih maju dan berkembang,” ujarnya.

Baca Juga:  Jaga Kebersihan, Ratusan Orang 'Berburu' Sampah Plastik di Pantai Batu Bolong

Dirinya pun melihat banyak perubahan dalam pameran tahap III ini. Mulai dari penataan tempat hingga display produk yang dipasarkan sangat menarik minat konsumen.

“Tempatnya lebih lapang, sehingga kita bisa dengan mudah memilih produk yang kita inginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait penerapan protokol kesehatan dalam pameran ini, Sari Galung juga sangat mengapresiasinya. Pasalnya, jelas dia, prokes yang dijalankan sangat ketat.

Baca Juga:  Sidak di Jalan Gunung Imam Bonjol dan Jalan Gunung Karang, 15 Orang Terjaring Melanggar Prokes

Penerapan prokes dilihatnya mulai dari masuk ke lokasi pameran yang mewajibkan pengunjung mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, pengukuran suhu tubuh, memakai masker, menjaga jarak, hingga tersedianya hand sanitizer di masing-masing stand pameran.

“Saya lihat penerapan prokes sangat ketat dalam pameran ini. Jadi kita berbelanja menjadi lebih nyaman, aman dan tenang,” tandasnya. (kas/kb)