Seimbangkan Warna Jadi Keindahan

Denpasar Seni Budaya
Suryani

DENPASAR, Kilasbali.com – Banyak orang akan tertolong dalam menghadapi strees, jIka mereka mau belajar memahani dan menjalankan kehidupan ini seperti dalam sebuah karya seni dan bukan berarti semua orang harus melukis dan jadi seorang pelukis.

Bagaimana bisa karya seni telah mengajari saya banyak hal tentang kehidupan ini dan saya berbahagia untuk berbagi cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi.

Perjalanan saya sebelum menjadi seorang pelukis saya merasa sangat stress jika tiba tiba ada masalah yang datang kepada saya dan tidak seorangpun ingin memiliki masalah dalam kehidupan ini. Saya yakin bahwa kita semua tidak akan menerima dan selalu menolah semua permasalahan yang ada.

Dan dalam menghadapi permasalahan yang ada dipikiran kita adalah. Masalah membuat kita stress, sedih, jatuh sakit dan lain sebaginya, yang pasti kita semua akan bertanya pada diri sendiri, Mengapa ini terjadi? Apa salah dan dosa saya? Dan lain sebaginya.

Sampai suatu saat karya seni telah menyadarkan saya tentang semua itu.
Sewaktu saya berusaha menyelesaikan satu lukisan dan tidak kunjung selesai juga dalam satu bulan, dalam menjalankan proses penyelesaiannya tersebut saya telah banyak berfikir, saya telah berkali kali membolak balikkan canvasnya juga, saya merasa telah mengamati banyak warna warna di canvas tersebut.

Ketika saya berusaha konsentrasi dan focus dengan menyatukan pikiran kedalam canvas, warna, kuas kemudian baru saya buka warnanya satu persatu, saya berusaha goreskan dan mainkan warna warnanya ke dalam sebuah canvas.

Baca Juga:  Doni Monardo Positif Covid-19

Waktu itu saya telah berusaha untuk berdialog dengan warna warna tersebut di canvas, ketika saya buka warna hitam dan saya katakan, warna hitam bukan berarti kehidupan saya akan hitam selamanya, ketika saya goreskan warna putih bukan berarti kehidupan saya akan putih bersih setiap harinya, ketika saya goreskan warna biru bukan berarti hari hari saya sebiru dan seluas lautan, ketika saya telah mencampur banyak warna warna dicanvas dan saya belajar menyeimbangkan warna warna tersebut dan hasilnya adalah sebuah “KEINDAHAN” begitupun sebuah kehidupan dan akhirnya saya sadar, mengerti dan sangat memahani bahwa teori teori tersebut sebenarnya sudah ada sejak dulu kala tapi kadang kita terlalu berjiwa muda dan belum memahaminya.

Dan semenjak kejadian itu, saya jadikan semua permasalahan adalah teman baik yang datang dan pergi, yang pasti setiap permasalahan selalu ada penyelesaian,jika tidak ada permasalahan dalam kehidupan ini, tidak akan ada nada nada syair lagu yang indah dan permasalahan akan menciptkan karya novel atau ceria film yang akan memberikan inspirasi kehidupan untuk orang banyak karena bahagia juga akan datang dan pergi seperti warna warna dalam karya seni.

Karya seni dapat memberikan terapi dalam menjalani kehidupan ini dan itu benar karena saya telah menjalani proses tersebut dan banyak ketenangan yang saya dapat.Sekarang Saya selalu mengucapkan terimakasih jika ada permasalahan yang datang kemudian dari permasalahan tersebut selalu ada hadiah kebahagiaan.

Baca Juga:  12 Orang Pelanggar Perda Ditipiring

Setelah memutuskan jadi seorang pelukis ternyata banyak orang yang mempunyai pertanyaan yang rata rata pertanyaannya sama kepada saya yaitu : Apakah kamu bisa hidup dari lukisan?,apakah lukisanmu bisa membiayai hidupmu ? dan lain sebagainya. Kebanyakan masyarakat melarang keluarganya untuk menjadi seorang pelukis karena mereka takut tentang sebuah masa depan.

Sebenarnya pertanyaan tersebut adalah sebuah tantangan bagi saya .Sebagai seorang pelukis otodidak yang mempunyai background pekerja kantoran sebelumnya mungkin saya memiliki cara pandang yang berbeda tentang hal ini.

Menurut pendapat saya permasalahannya bukan dari profesi yang kita pilih salah tetapi kita harus pandai untuk membaca peluang itu sendiri. Pelukis adalah orang orang kreatip yang seharusnya banyak ciptakan banyak hal tapi semua tergantung dari masing masing individu tersebut mau menjalankannya atau tidak. Bagi saya pribadi bahwa memilih untuk memiliki satu profesi itu tidak cukup,dan harus diimbangi dengan kreativitas lainnya, apapun pekerjaan itu,baik pekerja kantoran, pembisnis maupun pelukis karena untuk menghadapi jaman yang semakin sulit ini kita semua perlu keseimbangan financial yang bisa support antara profesi yang satu dengan yang lainnya.

Baca Juga:  Update Penanggulangan Covid-19, Minggu 24 Januari 2021

Itulah sebabnya saya tidak pernah takut ketika memutuskan untuk jadi seorang pelukis, meskipun saya bukan dibesarkan dari lingkungan keluarga seniman. Adapun Hal hal positive lain yang saya dapat setalah memutuskan jadi pelukis yaitu saya mempunyai banyak waktu luang sehingga bisa menciptkan lapangan kerja untuk diri sendiri,menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa, karya seni bisa menjalin persehabatan yang positip baik tingkat national maupun tingkat international,dengan melukis saya bisa belajar dari cerita kehidupan oran lain kemudian saya ceritakan cerita mereka ke dalam sebuah kanvas.

Bagi saya melukis adalah sebuah aktivitas positip yang saya ingin persiapkan untuk mengisi aktivitas dihari tua nantinya,selalu melukis dan berpameran sampai nenek nenek adalah imaginasi keindahan tersendiri bagi saya.Dan itulah mimpi saya di hari tua. **

Oleh: Suryani