Selly Mantra: keberhasilan Anak Ditentukan Peran dan Cinta dari Orang Tua

Denpasar Sosial
Selly Mantra: keberhasilan Anak Ditentukan Peran dan Cinta dari Orang Tua

– K3S Denpasar Dukung Kegiatan Down Syndrome Yayasan POTADS PIK Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Yayasan Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome PIK Bali melakukan tatap muka dengan Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, I.A Selly Dharmawijaya Mantra, Selasa (22/9/2020).

Dalam pertemuan ini, terungkap K3S Kota Denpasar mendukung keberadaan anak-anak down syndrome untuk ikut serta dalam sosialisasi “Hari Sindrom Down Sedunia” yang jatuh setiap tanggal 21 Maret.

Baca Juga:  Jaga Kelestarian Sungai Ulun Carik, TMMD Ke-109 Kodim 1611/Badung Tebar 20 Ribu Ekor Ikan Nila

Selly Mantra mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar melalui K3S selalu mendukung setiap kegiatan dan pendidikan anak down syndrome agar dapat diterima dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

“Selain orang tua dan keluarga, pemerintah juga terus berupaya menghilangkan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas termasuk anak-anak disabilitas intelektual down syndrome”, ujarnya.

Lebih lanjut Selly Mantra berharap, anak pengidap down syndrome di Kota Denpasar untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan ruang kreatifitas melalui K3S bersama Pemkot Denpasar.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Bertambah 30 Orang

“Keberhasilan anak-anak sangat ditentukan oleh peran, perawatan, pengasuhan, serta penerimaan yang disertai cinta dan kasih sayang orang tua beserta keluarga,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua POTADS PIK Bali, Selfisina Gass mengatakan POTADS selalu ingin berbagi rasa bahwa mereka di dunia tidak sendirian dititipi anak dengan down syndrome.

“Kita dapat saling bertukar pikiran dan saling mendukung para orang tua dalam membesarkan anak-anak kita. Sudah barang tentu partisipasi serta dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung setiap kegiatan anak-anak down syndrome sangat diharapkan dan nantinya dapat bekerjasama dalam permasalahan down syndrome,” pungkasnya. (sgt/kb)