Sempat Ngubeng, Tradisi Ngerebong Tetap Digelar dengan Protokol Kesehatan Ketat

Denpasar Seni Budaya
Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna

DENPASAR, Kilasbali.com – Prosesi Ngerebong di Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur kembali digelar seperti biasa pada hari Minggu (2/5/2021), dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dan mengatur waktu persembahyangan bagi pamedek (umat, red).

Hal tersebut dikatakan Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, saat ditemui di Wantilan Pura Agung Petilan, Sabtu (1/5/ 2021).

“Pengrebongan ini telah 2 kali Ngubeng. Pada saat Ngubeng terjadi permasalahan, contohnya para Pemangku mengalami Kerauhan di rumahnya. Ada juga Pemangku yang tanpa sadar mengelilingi wantilan di Pura Agung Petilan,” ucapnya.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 39 Orang

Menurut Wisna dengan adanya kejadian itu, Prajuru Desa Adat Kesiman lalu melakukan rapat dan memutuskan bahwa Ngerebong akan dilaksanakan seperti biasa, namun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Ditambahkannya, pada puncak acara yakni hari Minggu (2/5/2021) Jalan WR. Supratman di depan Banjar Kedaton Desa Adat Kesiman akan ditutup dari pukul 10:00-18:00 Wita, untuk memberi ruang bagi pemedek dalam menjaga jarak.

“Prosesi upacara juga dibatasi dengan hanya melibatkan Pemangku, Pengabih, dan Pecalang saja,” sebutnya.

Baca Juga:  Bali Lobi Pusat Percepat Vaksinasi

Ia juga menjelaskan untuk proses persembahyangan waktunya akan dibagi. Mulai dari pagi dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita yang sembahyang dari Desa Kesiman Kertalangu, selanjutnya pukul 12.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita (Desa Kesiman Petilan) dan terakhir pukul 14.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita (Kelurahan Kesiman).

“Harapannya Desa Adat Kesiman yang merupakan desa tua dan menjadi bagian dari pusat kerajaan harus tetap melestarikan budaya ini,” tutupnya.(sgt/kb)