Sidak Masker, 19 Orang Terjaring di Kelurahan Renon

Denpasar
Sidak Masker, 19 Orang Terjaring di Kelurahan Renon

DENPASAR, Kilasbali.com – Tim Gabungan Yustisi Kota Denpasar kembali menggelar operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan. Sidak kali ini dilaksanakan di Simpang Jalan Tukad Badung dan Jalan Tukad Barito, Kelurahan Renon, Kecamatan Densel, Jumat (27/11/2020).

Tim Yustisi yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Dishub, TNI, Polri, Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar serta didukung aparat desa seperti Lurah, Bendesa, Pecalang, dan unsur Staf Perangkat Kelurahan Renon.

Kepala Satuan Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan kegiatan ini merupakan penerapan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian penularan Corona Virus Dissease 2019 (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Baca Juga:  Mulai Meningkat Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Denpasar

Ia menjelaskan hasil dari pelaksanaan operasi prokes tersebut terjaring sebanyak 19 orang. 10 orang diantaranya tidak menggunakan masker dan 9 orang lainnya didapati menggunakan masker dengan tidak benar.

Sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 46 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, 10 orang yang tidak menggunakan masker tersebut langsung didenda sebesar Rp 100 ribu di tempat. Dan untuk yang menggunakan masker dengan tidak benar diperingati atau dilakukan pembinaan oleh petugas.

“Dalam penerapan disiplin prokes ini, tim yustisi tidak semata-mata mencari kesalahan, namun terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penularan virus, dan sesegera mungkin kita bisa terlepas dari lingkaran penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Polsek Pupuan Gelar Razia Masker

Selain itu Kegiatan ini akan terus dilaksanakan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, yang sedang melanda dan kegiatan ini tentu untuk mencegah terjadinya klaster baru lagi di masyarakat. Untuk itu kegiatan operasi ini sangat perlu, karena kami khawatir kemunculan klaster-klaster baru,” ujarnya.(sgt/kb)