Sidak Tim Gabungan di Lapas Tabanan, Nihil Temukan Barang Terlarang

Birokrasi Hukum Tabanan
Tim Gabungan Saat Sidak di Lapas Tabanan

TABANAN, Kilasbali.com – Untuk mendeteksi dini agar barang-barang dilarang tidak sampai masuk ke Lapas maka, Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Tabanan melakukan sidak kepada 201 orang penghuni Lapas. Dalam kegiatan tersebut selain melibatkan petugas Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Tabanan juga melibatkan BNN, Polri dan anggota TNI Tabanan.

Dalam pelaksanaan sidak kurang lebih selama 1 jam tersebut tidak ditemukan benda-benda menjadi atensi dari pemeriksaan di 18 ruang tahanan.

“Dalam pelaksanaan sidak hari ini,tidak ditemukan benda-benda menjadi konsentrasi seperti barang-barang tidak boleh masuk, HP maupun senjata tajam. Karena, efek domino ditimbulkan dari benda-benda tersebut akan kemana-mana. Dan kegiatan yang kami lakukan hari ini merupakan kegiatan rutin,” jelas Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Tabanan, Budiman P Kusumah, disela kegiatan tersebut, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Lepas Ekspor Perdana Coklat Organik ke Pasar Qatar

Budiman menambahkan, dengan melakukan kegiatan sidak tentu akan menjadi warning bagi para Napi khususnya di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Tabanan.

“Yang penting kami tetap melakukan aksi, jika ada benda-benda dilarang ya diambil,” ujarnya.

Dalam upaya deteksi dini dilakukan saat ini bisa dikatakan sangat luar biasa, karena dalam kegiatan dilakukan secara gabung antara komponen TNI maupun Polri.

Baca Juga:  Tim Yustisi Tabanan Gencar Sidak Prokes

“Adapun jumlah anggota kami (Petugas Lapas) turun dalam sidak sebanyak 35 orang,TNI 15 dan dari BNN Bali sebanyak 4 orang. Sidak dilakukan di 18 ruang tahanan dengan 201 orang Napi,” ucapnya.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Berantas BNN Provinsi Bali, I Putu Agus Arjaya menyampaikan, hasil sidak dilakukan tidak ditemukan hasil signifikan dan hanya ditemukan benda – benda seperti, peralatan kebutuhan wanita mulai bedak, lipstik, gunting kuku dan beberapa benda-benda lainnya.

“Tentu dengan adanya kegiatan ini setidaknya akan menjadi deteksi sehinga, mereka (Napi) akan tetap merasa diawasi dan tidak liar,” tutupnya. (gsd/*KB).