Sidang Offline Jerinx, 130 Pengunjung Boleh Masuk

Denpasar Hukum
Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Sobandi

DENPASAR, Kilasbali.com – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Sobandi mengatakan untuk lebih efektif mendapatkan kebenaran materiil, sidang lanjutan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx, untuk agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa akan digelar secara tatap muka atau offline.

“Jadi majelis hakim telah bersikap bahwa untuk pemeriksaan saksi dan terdakwa akan dilakukan sidang tatap muka atau offline. Itu keputusannya. Kita sama-sama mendengar pertimbangannya untuk lebih efektif mendapatkan kebenaran materiil baik penuntut umum, penasehat hukum, terdakwa, dan majelis hakim,” ucapnya, Selasa (6/10/2020).

Untuk pengamanan, menurut Sobandi akan berkoordinasi dengan Polisi, TNI, dan Pemda, agar protokol kesehatan tetap dijalankan dalam persidangan offline tersebut.

Baca Juga:  Hindari Kebocoran, Retribusi Pasar Harus Digital

“Pengadilan hanya menampung 130 pengunjung sidang. 90 boleh duduk-duduk di luar, yang 40 terbagi di ruang sidang. Protokol kesehatan pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, kita siapkan alat pengukur suhu tubuh juga,” jelasnya.

Sobandi menegaskan 130 orang termasuk pendukung Jerinx dan pengunjung umum. Nanti diseleksi dan diberi tanda pengenal.

“Bukan hanya pendukung Jerinx saja kan yang datang ke tempat kita ini. Banyak juga termasuk tamu, saksi, perkara lain. 130 itu pengunjung sidang bukan hanya pendukung Jerinx. Pengunjung sidang atau tamu pengadilan termasuk wartawan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pengelolaan Aset Pemprov Bali jadi Sumber PAD Baru

Sobandi juga menjelaskan kemungkinan sidang digelar di ruang Cakra yang bisa menampung hingga 25 orang. Pemeriksaan saksi dan terdakwa tidak akan digelar secara live, tapi masyarakat boleh menyaksikan ke PN Denpasar.(sgt/kb)