Simbol Keharmonisan Umat, Masjid Al Hikmah Miliki Ornamen Khas Budaya Bali

Denpasar Seni Budaya
Simbol Keharmonisan Umat, Masjid Al Hikmah Miliki Ornamen Khas Budaya Bali

DENPASAR, Kilasbali.com – Masjid Al Hikmah di Jalan Soka No. 18 Banjar Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur memiliki ciri khas berupa bangunan dengan ornamen Bali.

Akulturasi budaya Bali ini juga dibarengi dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya yang bersahaja dan saling bergotong royong.

Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Haji Muhammad Suwarno, mengatakan
Masjid Al Hikmah berdiri tahun 1978, melibatkan pekerja orang Bali dengan arsitek ornament Bali oleh almarhum Wayan Kasim dari Pegayaman, Buleleng.

Pada bagian luar Masjid, tampak ornamen Bali di sisi kanan kiri pintu berukiran Bali, dan pintu utama di tengah-tengahnya ada angkul-angkul (gapura, red) dipadu dinding pagar berukiran Bali.

Baca Juga:  Pastikan Kelancaran, Jaya Negara Tinjau Vaksinasi Bagi Disabilitas

Saat masuk dari pintu di depan masjid akan terlihat prasasti nama Masjid Al Hikmah berisi tulisan aksara Bali. Di dalam masjid pada pintu-pintu di bagian tengah berukiran Bali, selain itu di sudut bangunan masjid terdapat tiang penyangga dari kayu juga berukiran Bali.

“Jadi pendiri dan sesepuh kami memiliki prinsip di mana tanah dipijak di sana langit dijunjung. Maka keberadaan bangunan Masjid Al Hikmah ini merupakan simbol keharmonisan antara umat Hindu dan Islam, yang ditunjukkan melalui arsitektur khas Bali,” ucapnya, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga:  Pemprov Bali Serahkan Sumbangan Senilai Rp 517 Juta Lebih untuk Korban Bencana NTT

Menurut Suwarno, pembangunan Masjid Al Hikmah turut dibantu umat bernama Sunarso dari Tulungagung. Masjid ini didirikan untuk semua golongan dan suku, sehingga terwujud hubungan sinergis yang baik antara umat Hindu dan Islam hingga saat ini.

“Kami juga sempat melakukan fokus renovasi sekitar tahun 1995 dan 1998 sudah selesai dikerjakan, sehingga saat ini di dalam masjid terdiri atas kolaborasi bangunan Jawa, Bali, Timur Tengah, hingga Tionghoa, tujuannya sebagai wujud pengagungan atas kearifan lokal yang ada. Bersama umat Hindu di wilayah sekitar kami pun dapat berkolaborasi apa saja, termasuk soal kebersihan lingkungan, keamanan, dan selama pandemi kami selalu menjaga protokol kesehatan secara baik,” imbuhnya.

Masjid Al Hikmah memiliki kapasitas 1.500 orang dan selama pandemi telah dilakukan pembatasan terhadap umat yang ingin bersembahyang.

Baca Juga:  Pujawali Pura Mandara Giri Semeru di Tengah Pandemi, Cok Ace Ingatkan Pemedek Prokes

Di sisi lain, hubungan harmonis antar warga di lingkungan sekitar diwujudkan saat Idul Adha dengan saling berbagi daging kurban untuk kebersamaan.(sgt/kb)