Sinergi Adat dan Kelurahan, Astungkara Warga Beng Nihil Positif Covid-19

Gianyar
Foto : Satgas Covid-19 Desa Adat Beng melakukan penyemproan massal.

GIANYAR, Kilasbali.com – Meski Kelurahan Beng, Gianyar, sempat berulangkali digoyang isu terkait kasus Covid-19, Namun kenyataannya hingga kini dipastikan tetap nihil dari kasus positif virus ini. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja keras desa adat, kelurahan dan seluruh komponen desa setempat yang terus bergotong royong melaksanakan tindakan pencegahan secara masif menyikapi segala potensi yang memberi ruang bagi masuk virus ini.

Ketua Sagas Gotong-royong Desa Adat Beng I Nyoman Megamengungkapkan, langkah pencegahan yang dilaksanakan timnya tidak mengenal istilah hangat-hangat tai ayam. Sejak merebaknya isu dugaan positif Covid-19 terhadap salah satu warganya yang bersatus PMI, aparat kelurahan dan prajuru desa pun langsung bergerak.

“Diawali dengan pembentukan Satgas Gotong royong yang kemudian langsung malakukan langkah pencegahan dan edukasi. Pemberitaan tentang PMI dari desa kami yang sempat viral, membuat kami jengah dan warga kami pun termotivasi untuk melakukan pencegahan secara mandiri pula,” ungkap Mega yang pensiunan Polisi ini.

Baca Juga:  4.000 Orang Akan Promosikan Bali Lewat Edutrip We Love Bali

Langkah bersama Prajuru Adat dan aaratur kelurahan yang getol memerangi Covid-19 ini, memang sangat beralasan. Mengingat, lokasi Beng yang merupakan wilayah perbatasan dengan Kabupaten Bangli, memilki kawasan perumahan pendatang serta penduduk dengan beragam profesi yang sangat rentan terpapar virus. Karena itu, sejak awal bulan Maret, kegiatan yang berpotensi menjadi ruang paparan virus disikap serius.

“Objek wisata Air terjun yang kita miliki, langsung kita tutup. Pasar desa yang sebagian pedagangnya dari luar desa, untuk sementara kami liburkan. Tempat kegiatan upacara hingga tempat-empat kuliner juga terus kami pantau secara ketat untuk melaksanakan protokol kesehatan,” tambah Bendesa Adat Beng, Ida Bagus Putu Bawa.

Senada itu, Lurah Beng, I Putu Pradana mengungkapkan jika wilayahnya yang terdiri dari enam lingkungan dengan segala potensinya ini memang rentan terpapar vius Covid-19.

Baca Juga:  Aparat Keamanan Bersinergi Bergerak ke Pelosok Desa Lakukan Operasi Yustisi Cegah Penyebaran Covid-19

Syukurnya, sineritas antara desa adat dan kelurahan selalu diutamakan dalam setiap langkah sehingga upaya pecegahan dan edukasi warga berjalan efektif. Dalam menyikapi pandemi ini, pihak juga mengeluarkan beberapa keputusan bersama dan syukurnya diikuti oleh semua warga.

Mengenai banyaknya kawasan perumahan di kelurahn Beng, Putu memastikan setiap warga pendatang dipastikan harus mengikuri aturan bersama. Karena aturan ini tidak hanya berlaku bagi penduduk Beng, namun juga penduduk pendatang.

“Sujatinya banyak penduduk pendatang yang melakukan isolasi mandiri di Beng. Ada yang PMI maupun penduduk pendatang yang berasal dari daerah yang terdapat kasus Covid-19. Mereka melapor ke satgas dan kami pun menghargai itu dan memberikan paket sembako selama menjalani isolasi,“ terangnya.

Baca Juga:  Penanganan Informasi Krisis, Pejabat Penerangan Satuan Harus Responsif!

Tambahnya, sejauh ini Satgas Covid-19 di Beng, terus bergerak untuk melakukan pencegahan dan pemantauan wilayah. Syukurnya, dari sisi anggaran, sudah didukung oleh desa adat melalui LPD serta gotong royong baik berupa sumbangan uang, perlengkapan hingga konsumsi.

“Kami sangat berterima kasih atas kesadaran warga kami yang sangat tinggi untuk menjalankan protokol kesehaatan. Mudah-mudaahn pandemi ini cepat berlalu,” pungkasnya. (ina/kb)