Siswa SMP di Gianyar Mulai Belajar Tatap Muka

Gianyar Pendidikan
Foto : Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat acara mutasi kepala sekolah SMP Negeri di Gianyar

GIANYAR, Kilasbali.com – Dibukanya kembali proses belajar mengajar tatap muka, Bupati Gianyar I Made Mahayastra memulainya dengan melakukan mutasi kepala SMPN di Gianyar. Penyerahan SK mutasi digelar di ruang sidang utama kantor kantor bupati, Selasa (23/3/2021).

Mutasi ini diadakan karena memang ada beberapa kepala sekolah yang masa jabatannya melewati batas waktu menurut aturan yang berlaku, ada kepala sekolah yang sudah pensiun, dan juga untuk penyegaran.

Mahayastra berharap, mutasi kepala sekolah yang dilakukan bertepatan dengan dibukanya kembali proses belajar mengajar (PBM) tatap muka, mampu menyegarkan suasana sekolah. Serta diharapkan kepada kepala sekolah bisa membuktikan diri, bahwa memang pantas dan layak diangkat sebagai kepala sekolah demi memajukan pendidikan di Kabupaten Gianyar.

Baca Juga:  Update Harian Covid-19 di Kota Denpasar, Pasien Sembuh Melejit di Angka 163 Orang

“Saya berharap saudara-saudara sekalian bisa membuktikan diri, bahwa memang pantas dan layak diangkat sebagai kepala sekolah,” kata Mahayastra.

Mahayastra juga mengatakan yang diangkat sebagai kepala sekolah hari ini adalah yang terbaik, sehingga harus bisa memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin besar dan kompleks terhadap perkembangan pendidikan khususnya di masa pandemi saat ini.

“Tugas yang diemban mengandung tanggung jawab yang besar, dan merupakan sebuah kepercayaan yang harus dilaksanakan serta jadikanlah tanggung jawab ini sebagai ajang untuk menunjukkan dan membuktikan kemampuan kerja yang terbaik,” tambah Mahayastra.

Baca Juga:  Pasar Relokasi Sukawati Diharapkan Jadi Pasar Hewan

I Wayan Mawa, yang kini ditugaskan sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Gianyar menggantikan Dewa Bawa berharap dirinya bisa mengembangkan sekolah yang dipimpin dirinya sekarang, bisa meningkatkan sekolahnya dari sisi akademik dan non akademik.

Di samping itu yang menjadi sasaran dirinya adalah pengembangan pendidikan karakter anak karena menurutnya karakter anak merupakan modal tatkala anak terjun bermasyarakat menjalani kehidupan yang sebenarnya.

Serta untuk terobosan yang akan dilakukan di masa pandemi, dirinya ingin membuat klinik mapel, dimana anak-anak bisa berdiskusi dengan guru atau dengan tutor sebayanya mengenai mata pelajaran sehingga apa yang mereka butuhkan akan bisa mereka dapatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Satpol PP Denpasar Amankan Pengamen, Pengsong, dan Pengemis

Sedangkan untuk proses belajar mengajar, akan dibatasi maksimal 18 orang siswa dengan jarak 1,5 meter antar siswa, dengan pembagian waktu per-shift maksimal 2 jam tanpa ada istirahat. Setelah proses belajar selama 2 jam, siswa akan langsung dipulangkan. Kemudian akan dilanjutkan shift berikutnya. (ina/kb)