Spanduk Provokatif Bertebaran di Desa Adat Gianyar

Gianyar News Update
Foto: Satpol PP Gianyar bersama polisi tertibkan spanduk provokatif di kawasan Gianyar Kota, Rabu 17 Maret 2021. (ist)

GIANYAR, Kilasbali.com – Perayaan Nyepi Tahun Saka 1945 bukannya membuat umat saling berinteospeksi diri dan menjaga kedamaian.

Di Desa Adat Gianyar, malah ada pihak yang tidak bertanggungjawab mencoba memperkeruh suasana dengan menebar spanduk yang provokatif.

Situasi kondusif pasca persoalan tanah Pasar Umum Gianyar antara Pemkab Gianyar dan prajuru Desa Adat Gianyar pun diperkeruh lagi.

Dari pantauan, Rabu (17/3/2021) terdapat beberapa jenis spanduk yang bertebaran di beberapa tempat di wewidangan Desa Adat Gianyar.

Baca Juga:  ”Be Gianyar Mineral Water”, Perumda Optimis Capai Target Pemasaran

Adapun isi tulisan dalam spanduk tersebut adalah, ‘Yen ngelah bukti ajukan gugatan, yen singelah bukti ngadenan ngoyong’ (kalau punya bukti ajukan gugatan, kalau tidak punya bukti lebih baik diam).

Sementara pada spanduk lainnya isinya, “Status tanah pasar Gianyar sudah jelas, lanjutkan pembangunan pasar Gianyar”.

Ironisnya tulisannya seakan berada di pihak Pemkab Gianyar. Karena sebelumnya tulisan ini juga mirip dengan statemen anggota DPRD Gianyar pada pihak desa adat, supaya mengajukan gugatan terkait persoalan ini.

Baca Juga:  600 Ribu Penduduk Bali Telah Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Namun demikian, sejumlah anggota DPRD Gianyar menegaskan, tidak ada yang memasang spanduk seperti demikian, karena dinilai tidak etis dan melanggar Perda ketertiban umum.

Syukurnya menghindari  hal–hal yang tidak diinginkan Petugas Pol PP bersama aparat kepolisian segera bertindak dan melakukan penertiban.

Kepala Satpol PP Gianyar, Made Watha pun membenarkan pihaknya telah menurunkan spanduk berbau provokatif tersebut.

“Sudah kita amankan sama jajaran Polri untuk ciptakan kota yang nyaman dan aman,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dukung Seniman di Tengah Pandemi, Film “Pan Balang Tamak” Akan Tayang Perdana di Dharma Negara Alaya

Mengenai ada dugaan pihak yang ingin membenturkan prajuru Desa Adat Gianyar dengan Pemkab Gianyar, Watha mengatakan pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk melakukan penyelidikan.

“Kita tidak punya ranah mengusut, kita hanya ada spanduk dan sejenisnya di pasang tanpa ijin dan tidak pada tempatnya serta berbau provoktif kita tertibkan. Karena memmag spaduk inui elanggar ketertiban umum,” ujarnya singkat. (ina/kb)