Stok Gula di Gianyar Aman

Gianyar
Foto: Brian, Pimpinan CV Sumber Hasil, distributor gula Bali Timur.

GIANYAR, Kilasbali.com – Di tengah merangkaknya harga gula pasir di Kabupaten Gianyar dan daerah lainnya dalam beberapa waktu terakhir, pihak distributor memastikan ketersedian gula pasir tetap aman.

Masyarakat diminta agar tidak khawatir dengan terjadinya kelangkaan gula pasir. Bahkan stok gula yang ada di gudang disebutkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Bulan Ramadhan nanti.

Brian, Pimpinan CV. Sumber Hasil yang beralamat di Jalan Dharma Giri Giri, Buruan, Blahbatuh, mengungkapkan, terkait stock gula di kabupaten Gianyar, untuk di tingkat distributor, stok gula sangat mencukupi untuk konsumen atau masyarakat. Di mana ketersediaan stock gula di gudang setempat saat ini mencapai 25 ton.

“Kami Mendistribusikan ke wilayah Bali Timur. Yakni Gianyar, Klungkung dan Bangli. Setiap  2 minggu sejumlah 25 ton kami terima dari PT PN XI Surabaya,” ungkap Brian, Jumat (20/3/2020).

Mengenai kelangkaan gula pasir saat ini, kata dia, terjadi di berapa toko modern yakni jenis gula kemasan akibat kurangnya distribusi dari distributor. Namun demikian untuk memenuhi kebutuhan gula pasir konsumen/masyarakat dapat membeli dan memperolehnya ditingkat pengecer dalam hal ini para Pedagang di pasar tradisional maupun kios kios.

“Memang harganya di pasar untuk gula pasir sudah mencapai harga Rp. 17.000 sampai dengan Rp 18.000. Namun kenaikan harga gula tersebut masih tahap wajar,” terangnya.

Terjadinya kelangkaaan gula pasir di pasaran, lanjutnya, kemungkinan disebabkan adanya kebijakan pemerintah tidak mengimpor gula dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu yang ada di wilayah Indonesia.

“Sebagai pelaku ekomomi, kami dari distributor gula sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi gula tebu lokal yang secara otomatis meingkatkan taraf perekonomian masyarakat petani,” tambahnya.

Selain itu, untuk menjamin bahwa dalam ketersediaan gula tebu/pasir untuk wilayah Indonesia bagian timur tetap aman, pemerintah sedang menggalakkan Indonesia bagian timur untuk menanam tebu sebagai bahan dasar gula lokal. (ina/kb)