Studi Kehumasan dan Media, Komisi I DPRD Kota Palopo Kunjungi Pemkot Denpasar

Birokrasi Ceremonial Denpasar
Studi Kehumasan dan Media, Komisi I DPRD Kota Palopo Kunjungi Pemkot Denpasar

DENPASAR, Kilasbali.com – Komisi I DPRD Kota Palopo Sulawesi Selatan yang terdiri dari Ketua Komisi Efendi Sarapang, Sekretaris Komisi Muhammad Mahdi, dan Anggota Komisi I, Aris Munandar, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Denpasar, Jumat (16/10/2020).

Kadatangan rombongan Komisi I DPRD Kota Palopo diterima Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Rai.

Ketua Komisi I DPRD Kota Palopo Efendi Sarapang menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja ini adalah untuk mengetahui managemen dan strategi pengelolaan humas dengan mitra yakni media masa.

Menurutnya Pemkot Palopo mengalokasikan dana sebesar Rp 1,6 Milyar dalam mengelola kehumasan termasuk salah satunya stasiun Televisi lokal milik Pemkot Palopo.

Baca Juga:  Kembali Fluktuatif, Positif Tambah 32 dan Sembuh 27 Orang

Efendy Sarapang juga melihat media di Bali, khususnya Kota Denpasar sudah lebih profesional dalam menempatkan antara kritik dan informasi. Media yang bermitra dengan pemerintah tetap bisa menyampaikan kritik dengan proporsional.

“Kami anggap peran media dalam menyampaikan berita sudah bisa bersifat obyektif,” jelasnya.

Sedangkan anggota Komisi I DPRD Kota Palopo Aris Munandar menyatakan media di tempatnya masih kurang kritis terhadap kebijakan pemkot. Mereka tidak berani mengkritik karena masih ada kerjasama dengan pemerintah.

Baca Juga:  Terorisme Ancam Kesatuan dan Kedaulatan NKRI

Di sisi lain Sekretaris Komisi I Komisi I DPRD Kota Palopo Muhammad Mahdi mengatakan, salah satu cara untuk meningkatkan wawasan jurnalis adalah dengan melakukan studi banding.

“Hal ini penting untuk meningkatkan pengetahuan wartawan, sehingga bisa menambah wawasan,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan media masa adalah mitra kerja atau saluran yang dipakai selama ini untuk menyampaikan kegiatan pimpinan serta pencapaian terhadap hasil pembangunan.

Baca Juga:  Di Desa Kesiman Kertalangu, 13 Pelanggar Prokes Bayar Denda Rp 100 Ribu

“Kritik dari media juga tetap kita tampung untuk bahan evaluasi. Kita tidak anti kritik. Ini semacam vitamin bagi kami,” ucapnya.

Terkait anggaran, Dewa Rai menjelaskan tahun 2020 untuk publikasi dialokasi sebesar Rp 4 Milyar. Namun dengan adanya pandemi covid-19 sejak awal Maret, ada refocusing anggaran. Hal-hal yang bersifat kurang strategis ditunda.

Dewa Rai juga menjelaskan, bagian humas juga dilibatkan dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Setiap hari perkembangan diinformasikan kepada masyarakat.

“Jangan lagi ada stigma negatif berkembang di masyarakat,” imbuhnya.(sgt/kb)