Studi Replikasi Layanan Penatausahaan, Pemkab Malang Kunjungi Tabanan

Nasional Tabanan
Foto: Rombongan Pemkab Malang yang dipimpin langsung Asisten Administrasi Umum, Dra. Mursyidah, berfoto bersama dengan Staf ahli Bupati Tabanan bidang Kemasyarakatan dan SDM, I Made Sudarya bersama OPD terkait, Rabu (12/2/2020) di Kantor Bupati setempat.

TABANAN, Kilasbali.com – Untuk meningkatkan kualitas penatausahaan, administrasi dan pengelolaan surat dinas serta perubahan nomenklatur, Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Tabanan.

Rombongan Pemkab Malang yang dipimpin langsung Asisten Administrasi Umum, Dra. Mursyidah, diterima oleh Staf ahli Bupati Tabanan bidang Kemasyarakatan dan SDM, I Made Sudarya bersama OPD terkait, Rabu (12/2/2020) di Kantor Bupati setempat.

Mursyidah mengatakan, pihakany ingin menjadikan Pemkab Tabanan sebagai tempat studi replikasi, yakni dengan cara mempelajari sistem penata usahaan, administrasi dan pengelolaan surat dinas serta perubahan nomenklatur di Kabupaten Tabanan. Karena baginya sistem tersebut telah diterapkan dengan baik di Tabanan.

“Dari hal inilah kiranya yang menjadi alasan kami untuk melakukan kunjungan, sehingga kembalinya kami bisa mendapatkan tambahan wawasan sekaligus motivasi dalam melakukan penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan pembangunan di Kabupaten Malang,” kata Mursyidah.

Sementara Made Sudarya yang dalam hal ini mewakili Bupati Tabanan, dalam sambutannya mengucapakan selamat datang dan terimakasih kepada jajaran Pemkab Malang. Ia merasa bangga, karena Tabanan telah dipilih sebagia pusat studi replikasi.

“Terima kasih telah memilih Kabupaten Tabanan untuk di kunjungi dan dijadikan lokus dalam melaksanakan studi replikasi pelayanan penatausahaan ini,” ucapnya.

Lanjut Sudarya, Kabupaten Tabanan memiliki luas terbesar di provinsi Bali, yakni sekitar 20.596 hektar, dari total 75.464 hektar sawah di Bali. Sehingga Tabanan dijuluki lumbung pangannya Bali.

Karena masyarakat Tabanan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, dan sangat mendukung perkembangan sektor pertanian di Tabanan.

Meskipun begitu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak hanya memberikan dukungan moral kepada petani, tetapi juga memberikan fasilitas sarana produksi yang dianggarkan dalam APBD dan APBN melalui pokok-pokok kegiatan.

Antara lain peningkatan infrastruktur, peningkatan sarana dan prasarana pertanian, penguatan modal, peningkatan produksi serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Disamping itu, Tabanan juga mengembangkan Pariwisata berbasis pertanian, sehingga Kabupaten Tabanan benar-benar mewakili karakter masyarakat Bali yang agraris dengan mengedepankan kelestarian budaya.

“Potensi alam merupakan andalan pariwisata di Kabupaten Tabanan dengan obyek wisata unggulan, diantaranya Ulundanu Beratan, Pura Tanah Lot, dan pemandangan sawah atau terasering di jatiluwih,” pungkas Sudarya. (*/KB)