Subak Segeh Desa Kaba Kaba Kekeringan, Petani Harapkan Pompa Air

Peristiwa Tabanan
Foto: Petani Subak Segeh Desa Kaba Kaba menunjukan sawahnya yang mengalami kekeringan.

TABANAN, Kilasbali.com – Subak Segeh Desa Kaba Kaba Kecamatan Kediri, Tabanan dengan luas sekitar 100 hektar mengalami kekeringan. Petani pun merugi karena padi yang baru berumur satu minggu layu dan mati. Para petani pun berharap dari pemerintah untuk membantu kondisi ini dengan bantuan mesin penyedot/pompa air.

“Padi saya yang baru berumur satu minggu sudah layu dan mati akibat kekeringan,” kata salah seorah petani subak setempat I Wayan Kanok alias Pak Bintang, Kamis (1/8/2019).

Dikatakannya kekeringan tersbut, ia mengalai kerugian produksi mulai dari ongkos teraktor dan ongkos tanam. “Ongkos tarktor yang harus saya bayar sebesar Rp900 ribu rupiah sedangkan ongkos tanam Rp 700 ribu rupiah. Jadi saya sudah rugi Rp 1,6 Juta,” jelasnya.

Tidak saja padi miliknya yang layu dan mati karena kekeringan, padi warga subak segeh lainnya yang berjumlah sekitar 28 petani juga terancam mati dan gagal panen. Ia pun berharap pertahian dari pemerintah daerah dengan kondisi yang dialami petani di subak segeh karena kekeringan.

“Harapan kami pemerintah membantu petani mesin penyedot air agar bisa dipakai menyedot air dari sungai. Kebetulan jarak sungai yeh penet dengan subak segeh 30 meter,” ujarnya.

Mesin penyedot air yang diharapkan berkapasitas besar agar mampu mengaliri seluruh subak segeh yang mengalami kekeringan. Tidak hanya subak segeh yang mengalami kekeringan, subak lainya seperti subak jijih, subak tegal lantang dan subak kampuak juga terancam kekeringan. (kb)