Supir Angkutan Umum “Menjerit”, Dishub Upayakan BLT

Gianyar
Foto : Angkutan Umum tampak terparkir rapi akibat sepi penumpang.

GIANYAR, Kilasbali.com – Jeritan Ekonomi dalam situasi Pandemi Covid-19 ini terus menjalar. Tak terkecuali awak angkutan umum di Bumi Seni, Gianyar ini. Meski sebagian besar awak angkutan ini sudah tercover angkutan siswa yang dibiayai pemerintah, nyatanya selama pandemi ini sekolah libur dan mereka nihil pendapatan.

I Nyoman Sujana (50) salah seorang sopir dengan armada berstiker angkutan siswa gratis mengatakan, saat ini pendapatannya hanya bergantung pada angkutan penumpang umum yang non siswa dan itupun tidak bisa berharap banyak.

“Sebelumnya, setelah ngankut siswa saya juga cari penumpang umum. Namun kini susah cari penumpang. Karena sedikit yang ke pasar,” tutur Sujana, Senin (11/3/2020).

Baca Juga:  Pra TMMD Ke 108 Kodim Gianyar, Akses Jalan Desa Buahan Kaja Ke Desa Kerta Mulai Dibuka

Senada itu, Wayan Cagluk yang hanya melayani angkutan umum, menyebutkan dalam situasi normal dirinya bisa mendapatkan penghasilan dari narik sebesar Rp 50 ribu sampai dengan Rp 70 ribu perharinya, akan tetapi sekarang cuma mendapatkan Rp 20 ribu sampai dengan Rp 30 ribu perhari. Kendatipun demikian, dirinya tetap pasrah karena menurutnya mewabahnya Covid-19 berdampak bagi semua orang.

“Gimana lagi, semua kondisinya seperti ini. Kami berharap ada bantuan pemerintah,” harapnya.

Baca Juga:  Sanjaya "Ngaturang Bhakti" di Pura Puseh Bale Agung dan Pura Dalem Kota Tabanan

Sementara itu, Kadishub Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, kondisi ini sudah disikapi dengan mengupayakan sebagian supir mendapat BLT. Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan Dirlantas Polri. Dari 184 supir yang mendapat bantuan sebanyak 66 supir.

“Kami akan upayakan agar sebagian supir bisa terkaper bantuan BLT. Karena, tentunya ada beberapa supir yang sudah terkaper bantuan baik dari desa atau kabupaten atau bantuan lainnya,” yakinnya.

Wayan Suamba menyebutkan, jika pihaknya kini masih mendata supir-supir tersebut agar tidak mendapat bantuan dobel. Jika sudah sudah masuk BLT atau PKH, maka dipastikan otomatis tidak didaftarkan.

Baca Juga:  Transmisi Lokal, 1 Orang Positif Covid-19 di Kota Denpasar

Dikatakannya, pendapatan supir sangat menurun drastis dan hanya bisa mengangkut barang dagangan ke pasar, itupun tidak setiap hari. Sehingga dengan bantuan BLT dari pusat, yang nilainya Rp 600 ribu perbulan, bisa meringankan beban supir yang kehilangan pekerjaan.

“Bila siswa sudah belajar normal, maka supir angkot akan kembali melayani angkutan siswa, semoga situasi ini segera kembali normal,” tutupnya. (ina/kb)