Tabanan Lengang, Truk Pengangkut Sembako Diperbolehkan Melintas

Tabanan
Tabanan Lengang, Truk Pengangkut Sembako Diperbolehkan Melintas

TABANAN, Kilasbali.com – Sehari setelah hari raya nyepi yaitu ngembak geni biasanya masyarakat Bali merayakannya dengan cara bersilahturahmi ketempat keluarga, sahabat atau teman. Bahkan digunakan untuk berkunjung ketempat wisata untuk merayakannya.

Namun berbeda dengan tahun ini, masyarakat harus berdiam diri di rumah, hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali agar masyarakat tetap di rumah, untuk mencegah penyebaran dari corona virus disease atau Covid-19.

Foto: Suasana lengang di Kota Tabanan.

Suasana lengang di ruas jalan hampir terjadi di seluruh Bali. Sama halnya yang terjadi di Kabupaten Tabanan pada Kamis (26/3/2020). Karena masyarakat telah banyak yang mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah masing-masing.

Di mana ditiap ruas jalan, perempatan terdapat sejumlah pecalang yang berjaga. Selain itu para pecalang ini juga dibantu oleh pihak kepolisian untuk berjaga mengamankan instruksi pemerintah tersebut. Namun ada saja sejumlah kendaraan yang melintas, tapi kalau memang tidak ada keperluan yang mendesak warga tersebut diarahkan untuk pulang kembali.

Sedangkan berbeda dengan jalur utama Denpasar-Gilimanuk, ada beberapa kendaraan besar yang melintas diberikan lewat. Namun terlebih dahulu kendaraan tersebut diperiksa terlebih dahulu. Tapi kalau tidak ada kepentingan yang mendesak tetap diarahkan untuk kembali.

Menurut Kasat Lantas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wila Indrayani, pihaknya menerapkan sistem selektif. Dimana kendaraan yang diperbolehkan adalah kendaraan truk yang membawa bahan pokok. Kebanyakan kendaraan yang melintas tersebut dari daerah Banyuwangi.

“Kita selektif prioritas untuk jalur dan kendaraan yang melintas. Yaitu truk-truk yang mengangkut bahan pokok, alkes kami ijinkan melintas. Tapi selain itu kami arahkan untuk beristirahat dulu di terminal pesiapan dan kantong parkir lainnya,” jelasnya.

Sementara untuk kendaraan pribadi menurutnya tidak ada. Yang melintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk adalah kendaraan truk dari arah banyuwangi. Kalau memang ada yang melintas biasanya disuruh kembali. “Kalau warga Tabanan sendiri tidak ada, mungkin mereka sudah melaksanakan himbuan dari Pemerintah,” pungkasnya. (*/kb)