Tahun 2020, PDAM Gianyar Bakal Produksi Air Kemasan

Ekonomi Bisnis Gianyar
Foto: Dirut Perumda Tirta Sanjiwani, Made Sastra Kencana.

GIANYAR, Kilasbali.com – Tahun 2020, Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar (PDAM Gianyar) akan mengembangkan usaha air minum dalam kemasan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perumda Tirta Sanjiwani telah mengajukan permohonan ke Pemkab Gianyar sebesar Rp 20 miliar sebagai penyertaan modal, baik untuk penyusunan perencanaan, bangunan gedung dan peralatan lainnya.

Hal tersebut terungkap dalam rapat Pansus Penyertaan modal dengan DPRD Gianyar, Kamis (4/7/2019).Kalangan dewan pun menyangsikan permohonan tersebut dan ingin mengetahui rincian kegunaan anggaran, bagaimana PDAM Gianyar bisa menjual produk tersebut, mengingat produsen air kemasan sudah sangat banyak beredar di Bali.

“Berapa angka produksi, sumber air dari mana, pasarnya kemana. Persaingan air kemasan saat ini sangat ketat, apakah ada strategi jitu yang dilakukan PDAM,” tanya Wayan Ekayana salah satu anggota pansus.

Sementara itu, Dirut PDAM Gianyar, Made Sastra Kencana menyebutkan, pihaknya berencana membuat AMDK yang perencanaannya akan membuat pabrik di Desa Bukian, Payangan. Alasan memilih lokasi di Bukian Payangan, sumber mata airnya sudah teruji. Disebutnya, selain sudah melakukan uji sumber mata air, pihak PDAM sedang merampungkan perencanaan terkait usaha air kemasan di Tahun 2020 mendatang.

“Berkait pemasaran, kami akan kenalkan produk air kemasan dari anak-anak sampai lembaga lain seperti sekaa teruna. Bagaimana mereka agar mencintai produk asli daerahnya dan OPD Pemkab Gianyar juga diharapkan memberi dukungan,” terang Sastra Kencana seraya mengatakan, diharapkan dalam setiap kegiatan juga menggunakan air kemasan produk daerah, seperti air kemasan milik PDAM Gianyar.

Mengenai keuntungan yang akan didapat, disebutnya yang namanya usaha pastinya ada resiko. “Kita tidak boleh under estimate, namun juga tidak over estimate. Namun berusaha sekuat tenaga, pasar air kemasan ini pasar yang terbuka dan BUMDes misalnya bias kita ajak kerjasama,” bebernya.

Namun dikatakannya lagi, keuntungan tidak bisa didapat dalam setahun atau dua tahun. “Memang membutuhkan proses. Tapi kami yakin, usaha ini akan berjalan dan pasar yang akan kami sasar sudah jelas,” pungkasnya. (ina/kb)
.