Tak Bayar Pajak, Satgas BPKAD Gianyar Datangi Hotel dan Retoran

Gianyar Peristiwa
Foto : Petugas Pajak saat mendatangi wajib Pajak yang nunggak.

GIANYAR,  Kilasbali.com – Sebanyak 16 wajib pajak (WP) yang belum menunaikan kewajibannya didatangi Satgas Penertiban Penagihan Pajak Daerah Kabupaten Gianyar. Dari jumlah itu, Senin (12/8/2019), petugas baru mendatangi tiga WP  yang disasar. Yakni: Royal Purnama Sukawati, Udhiana Resort Ubud, dan Villa Alam Puisi.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika mengatakan, pihaknya kembali menerjunkan tim satgas inti untuk menegur para WP ini. “Pendekatan kami selalu persuasif nantinya, namun tetap sesuai prosedur hukum,” tegasnya.

Berdasarkan data BPKAD, 16 WP  itu mencakup pajak hotel, pajak restoran, dan ABT. Total tunggakan mencapai Rp 12 milyar lebih, belum termasuk sanksi dan denda keterlambatan. “Hari ini baru 3 yang kami kunjungi, berikutnya menyusul,” bebernya.

Ketua tim satgas penertiban Ni Made Parwathi mengatakan, usai mendengar kendala dari pihak WP, pihaknya kembali menegaskan pihak WP untuk membuat komitmen yang tertuang dalam surat pernyataan pelunasan. Disaksikan oleh pihak Polres dan Kejari, dan lainnya. Harapannya, agar WP dapat segera menyelesaikan kewajibannya.

“Sebelum ditindaklanjuti ke ranah yang lebih tinggi. Kami datangkan tim satgas terdiri dari Kejaksaan, Polres, Perijinan, dll. Buat perjanjian yang memberi kepastian. Maksimal 2 atau 3 bulan ke depan ada pembayaran, sehingga ada pergerakan penurunan piutang. Kami tidak ingin, sampai ada potensi pelanggaran hukum ke depannya,” ujarnya.

Salah satu perwakilan dari pihak The Royal Purnama Rizky Rusjana mengakui segala tunggakan yang belum diselesaikan. Namun, pihaknya berjanji akan melunasi seluruh tunggakan paling lambat sekitar awal tahun 2020, disamping kewajiban akan dibayar secara bertahap.

“Kami sebenarnya tidak bermaksud untuk menunda pembayaran. Namun terdapat beberapa permasalahan dalam manajemen internal kami sebelumnya, yang membuat timbulnya permasalahan keuangan di beberapa aspek. Namun, itu bukan alasan yang bisa dimaklumi. Kami pastikan akan segera selesaikan, salah satunya dengan efisiensi cash flow dalam perusahaan,” janjinya. (ina/kb)