Tak Grasa-Grusu, Pembagian Sembako Padang Tegal Tunggu Momen

Gianyar
Foto : Bendesa Adat Padang Tegal, Made Gandra.

GIANYAR, Kilasbali.com – Di saat desa adat atau sejumlah lembaga berlomba membagikan sembako untuk warganya, Desa Adat Padangtegal, Ubud tidak ingin grasa grusu. Meski telah mempersiapkan sembako, namun pembagiannya akan dilaksaankan pada saat yang tepat, yakni ketika kramanya sudah sangat membutuhkan. Mengingat satu dua bulan ini, kramanya masih bisa bertahan. Di mana pembagian sembako direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juli atau Agustus.

Bendesa Adat Padang Tegal, Made Gandra mengungkapkan, saat ini belum waktu yang tepat untuk bagi-bagi Sembako. Diperkirakan, warganya yang 672 KK sampai saat ini masih bisa bertahan sampai tiga bulan ke depan.

“Kami sudah pertimbangkan, saat ini dalam pantauan kami, warga masih bisa bertahan sampai tiga bulan kedepan, kalau saat ini dibagikan sembako, pasti diambil. Namun saya kira mubazir,” yakin Jero Bendesa  Made Gandra.

Baca Juga:  KEREN! Sukawati Garap Sungai dan Jembatan jadi Objek Wisata

Diakuinya Dana Desa Adat masih tersedia untuk kebutuhan tersebut, namun dana tersebut akan digunakan pada saat yang tepat.

Namun demikian, ditegaskan bahwa kramanya di Padang Tegal semua kena dampak kiabta wabah Covid 19 ini. Hanya saja, pihaknya tidak ingin bantuan sembako ini lebih berarti dan efektif memenuhi kebutuhan kramanya.

Tidak hanya bantuan sembako, pihaknya juga menyiapkan untuk pembangunan pasar desa baru di sentra parkir Monkey Forest. Pasar ini dimaksudkan untuk mengurai kepadatan warga berbelanja di Pasar Ubud.

Setidaknya, krama  Padang Tegal cukup ke pasar desa untuk mencari kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pihaknya dapat mengontrol harga sembako yang dijamin lebih murah dari harga di pasar lain.

Baca Juga:  Kembali di Denpasar 3 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

“Untuk pengunjung dari luar desa adat mungkin kami batasi. Konsepnya masih kami kaji. Yang jelas, pasar desa dibangun untuk desa adat dan mengurangi kerumunan warga,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemkab Gianyar memastikan pasokan kebutuhan pokok dari luar Bali yang masuk ke Gianyar masih aman. Mengingat distribusi kebutuhan pokok ini tidak boleh dibatasi.

Kadisperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suary menyebutkan, beberapa komoditas yang berasal dari luar Bali seperti bawang, cabai dan buah-buahan masih normal. Demkian juga pasokan antar kabupaten dari luar Gianyar juga masih normal.

Baca Juga:  Pengukuhan Bendesa Adat Sesetan, Jaya Negara; Kota Berbasis Budaya Perlu Dukungan Desa Adat

“Daya beli masyarakat sampai saat ini juga masih normal. Ke depannya,  bila daya beli menurun, Pemkab Gianyar akan menyiapkan langkah-langkah yang salah satunya membagikan sembako bagi KK Miskin,” terangnya.

Dari data yang dimiliki, harga sayuran Tomat dan kacang panjang mengalami kenaikan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilonya. Untuk buah-buahan sebagian mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan.

Sedangkan harga bumbu, mulai dari cabe merah, cabe hijau, bawang putih, mengalami penurunan harga rata-rata Rp 2 ribu. Untuk sayur wortel, kentang, sawi putih, buncis mengalami penurunan harga rata-rata Rp 3 ribu per kilonya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir sampai melakukan stok pangan berlimpah. Pasokan masih terkendali,” tandasnya. (ina/kb)