Tak Hanya Kesehatan, Rokok Juga Timbulkan Masalah Ini

Denpasar Pendidikan
workshop dan kampanye anti tembakau.

JAKARTA, Kilasbali.com – Pengendalian produk tembakau dalam hal ini rokok telah menjadi perhatian berbagai pihak. Karena rokok tidak hanya dapat menimbulkan masalah kesehatan akan tetapi juga masalah ekonomi, sosial dan lingkungan.

Berdasarkan Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018), diketahui prosentasi terbesar usia pertama kali merokok adalah 15-19 tahun. Hal itu sejalan dengan makin gencarnya promosi iklan rokok bagi kalangan remaja. Padahal kalangan remaja tersebut merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.

Menyikapi hal itu, pada tanggal 6 Maret 2021 Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) dan Institut Komunikasi dan Bisnis (IKB) London School of Public Relations (LSPR) mengundang 15 Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri berkolaborasi untuk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Lintas Kampus dalam bentuk workshop dan kampanye anti tembakau.

Baca Juga:  Putri Koster Ajak Masyarakat Jadi Konsumen Yang Cerdas

Perguruan Tinggi yang terlibat dalam PKM Lintas Kampus ini adalah LSPR, Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Moestopo Beragama, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Udayana, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Universitas Islam Bandung (UNISBA), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Syah Kuala, Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA), dan Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta.

workshop dan kampanye anti tembakau.

PKM Lintas Kampus ini terbagi menjadi tiga tim yang masing-masing melibatkan 5 universitas. Salah satu tim mengadakan workshop yang mengusung tema “Kampanye Anti Tembakau di Kalangan Remaja”. Tim terdiri dari Dr. Eni Maryani (UNPAD), Rani Chandra Okaviani M.Si (IKB LSPR), Kadek Dristiana Dwivayani, M.Med.Kom (UNMUL), Sri Astuty, M.Si (ULM), dan Fizzy Andriani, M.Si (Universitas Moestopo Beragama).

Workshop tersebut diadakan pada hari Sabtu, 20 Maret 2021, diikuti oleh 97 orang mahasiswa dari berbagai universitas dan menghadirkan Dr.Eni Maryani sebagai narasumber dalam tema “Memahami Bahaya Rokok dan Menolak Menjadi Target” sebagai pembekalan kepada mahasiswa tentang isu rokok. Untuk materi penggunaan media kampaye Dr.Ira Mirawati seorang akademisi yang juga influencer berbicara tentang “Positivity Vibes Media Sosial”, sementara Kadek Dristiana Dwivayani, M.Med.Kom memberikan materi “Make Over Your Creative Content”.

Baca Juga:  Arya Wibawa Tinjau Vaksinasi Jemput Bola di Desa Dangin Puri Kaja

Melalui para pembicara dan materi yang disampaikan para mahasiswa diajak untuk memiliki ide-ide kreatif dan terlibat dalam aksi kampanye anti tembakau untuk kalangan remaja. Setelah workshop mereka akan diminta memproduksi media kampanye dengan tagline “Kuy, Viralkan Keren Tanpa Rokok” yang juga akan dilombakan. Selain mendapat hadiah, media kampanye pemenang atau terpilih juga akan memiliki kesempatan digunakan oleh SEATCA sebagai perangkat kampanye mereka.

Baca Juga:  PHDI Bali Bersama Kapolda Bali Bahas Video Dugaan Pelecehan Agama Hindu

Dr. Eni Maryani, sebagai ketua pelaksana menyatakan bahwa workshop ini selain memberikan pemahaman tentang bahaya rokok, juga berharap peserta dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan kampanye dengan mengembangkan ide-ide kreatif dalam berbagai media platform media digital, seperti Instagram, Youtube, TikTok, dan Podcast.

“Workshop ini sangat bagus dan bermanfaat dan saya berharap dapat turut berpartisipasi dalam kampanye tanpa rokok dan asap rokok di kalangan remaja” kata salah seorang peserta Yopin Pratama (UNMUL).

Sri Astuty M.Si salah seorang anggota tim pelaksana yang juga kandidat Doktor Komunikasi menambahkan, kegiatan PKM Lintas Kampus merupakan bentuk kontribusi para akademisi untuk mengatasi beragam masalah yang berkembang di masyarakat. (lspr/kb)