Tak Hanya RS Negeri, Swasta pun Disesaki Pasien Covid

Gianyar News Update
Foto: Pasien Covid sesaki rumah sakit

GIANYAR, Kilasbali.com – Meski hingga kini penanganan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit (RS) di Kabupaten Gianyar terbilang terkendali, namun lonjakan pasien belum mereda. Tak hanya rumah sakit pemerintah, pihak rumah sakit swasta pun kini mulai disesaki pasien covid.

Sayang, pihak rumah sakit masih was-was, karena pasokan oksigen yang di fasilitasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum sesuai amprahan.

Berdasarkan data yang di himpun, Minggu (8/8/2021) Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian kamar di seluruh Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Gianyar yang menyediakan tempat isolasi telah terisi 80%.

Baca Juga:  Tekan Penularan Covid-19 di Tempat Umum, Tim Yustisi Genjot Penertiban Prokes

Diantaranya dua rumah sakit pemerintah yakni RS Sanjiwani kapistas 111 terisi 73 dengan persentase 65,8%. RS Payangan kapasitas 32 terisi 17 dengan persentase 53,1 persen.

Sementara di paling parah berada di RS milik Swasta yakni, RS Ari Canti kapasitas 50 terisi 43 persentase 86%. RS Ganesha kapasitas 35 terisi 34, persentase 97,1 persen. Kasih Ibu kapasitas 28 terisi 27 persentase 96%.

Sementara dua RS Swasta kapasitas telah penuh, yakni RS Premagana kapasitas 16 terisi 16 persentase 100%. RS Family Husada kapasitas 38 terisi 38 100%.

Baca Juga:  Tersangkut Narkoba, WNA Asal Rusia Dideportasi

Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa mengatakan kendati keterisian seluruh rumah sakit telah mencapai 80% namun penanganan masih terkendali.

Hanya saja diakuinya distribusi tabung oksigen yang dilakukan oleh BNPB belum sesuai harapan.

“Penanganan kita terkendali, hanya tabung oksigen masih yang ditangani oleh BNPB jumlah yang datang tidak sesuai kebutuhan kami,” ungkapnya.

Upeksa yang juga Direktur RSUD Sanjiwani Gianyar mengatakan, khususnya di RS Pemerintah Sanjiwani dan Payangan, pihaknya menerapkan sistem roling untuk para nakes.

“Untuk nakes kita roling. Jika ada kewalahan di UGD kita roling dengan nakes rawat inap, begitu juga sebaliknya kita perbantukan. karena memang kita saat ini fokus untuk pasien isolasi,” tandasnya.

Baca Juga:  Tak Patut Ditiru, ABG Gerayangi Gadis yang Sedang Mandi

Terkait penuhnya bor RS milik Swasta, Upeksa mengatakan tidak menampik hal itu terjadi karena RS Swasta memang tidak melakukan penambhan bor tempat tidur. Berbeda dengan RS milik pemerintah selalu melakukan penambahan bor isolasi.

“Iya mereka tidak melakukan penambahan bor. Berbeda dengan kita yang selalu melakukan penambahan-penambahan, kalau penuh kita tambah, penuh kita tambah. Sementara bila swasta penuh, mereka akan merujuk ke kita,” pungkas Upeksa. (ina/kb)