Tak Ingin Bebani Pemerintah, Warga Sebatu Iuaran Perbaiki Jalan Hancur

Gianyar
Foto: Warga Bonjaka, Sebatu, Tegalalang, tampak bergotong royong memperbaiki jalan rusak.

GIANYAR, Kilasbali.com – Di Tengah Pandemi Covid-19 ini, warga Gianyar rupanya memahami prioritas palayanan yang harus diutamakan oleh Pemerintah Daerah. Demikian halnya warga Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Tegalalang, tidak ingin membebani pemerintah, meski akses jalan desa setempat hancur. Di mana banyak ruas jalan yang kondisinya berlubang.

Dalam situasi sekarang ini, mereka pun tidak bisa berharap banyak hingga akhirnya memilih secara swadaya untuk memperbaiki jalan.

Dari keterangan salah seorang warga disela bergotong royong memperbaiki jalan, Rabu (13/5/2020), jalan tersebut diakui adalah jalan vital bagi aktivitas masyarakat. Karena satu-satunya akse warga menuju tegalan, sawah hingga ke perkampungan tetangga.

Baca Juga:  Tetap Disiplin, Tambahan Positif 139 Orang

“Panjang jalan yang diperbaiki secara swadaya ini sekitar 200 meter, di mana dananya sebesar Rp 20 juta, bersumber dari iuran warga dan donatur,” ungkap warga.

Kelian Dinas Banjar Bonjaka, I Kadek Tenaya membenarkan pihaknya melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Hal ini dilakukan lantaran pihaknya menyadari perekonomian pemerintah dalam situasi pandemi Covid-19 ini, relatif sulit.

Di mana sebagian besar anggaran yang dimiliki diperuntukan untuk penanganan Covid-19. Bahan tidak sedikit proyek besar yang juga harus ditunda.

Baca Juga:  Manis Galungan, Trash Hero Bersihkan Pantai Saba dan Pering

“Perbaikan jalan ini dengan cara swadaya masyarakat. Terlebih pemerintah bagi kami, sekarang tidak memungkinkan memberikan bantuan karena Pandemi Covid-19. Kami yakin pemerintah pasti merencanakan perbaikan jalan ini. Karena pasti tertunda lantaran pandemi sehingga kami berinisiatif untuk menembel secara swadaya, biar masyarakat di Banjar Bonjaka tidak kesulitan akses,” ujarnya.

Lanjut Tenaya, akses ini merupakan sangat berarti bagi masyarakat, karena menjadi jalan utama menuju perkebunan dan persawahan. Selama ini, para peternak kesulitan saat membawa pakan ternaknya karena jalan yang banyak berlubang.

Tenaya mengatakan, jalan yang diperbaiki menggunakan beton ini sekitar 200 meter, di mana anggaran yang tersedia Rp 20 juta. “Kami harap, setelah pandemi ini berakhir, pemerintah memperbaiki supaya lebih permanen lagi,” harapnya. (ina/kb)